Bangkit Pascaserangan Siber, Bank Jambi Percepat Transformasi Digital Lewat Core Banking Generasi Baru

JAMBILIFE.COM– Bank Jambi terus memperkuat fondasi teknologi informasinya setelah menghadapi insiden kejahatan siber pada awal tahun 2026. Di tengah proses pemulihan dan penguatan sistem, manajemen bank daerah tersebut kini mempercepat implementasi platform core banking generasi terbaru yang diyakini mampu meningkatkan keamanan sekaligus mendukung ekspansi bisnis di era digital.

Optimisme itu disampaikan Komisaris Utama Bank Jambi, Dr. H. Sudirman, S.H., M.H., saat menghadiri jamuan makan malam bersama delegasi Pengakap Malaysia di Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Senin (1/6/2026).

Menurut Sudirman, langkah modernisasi sistem bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan bagian dari strategi besar untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan perbankan Bank Jambi.

“Yang paling utama saat ini adalah memastikan nasabah memperoleh jaminan keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi. Karena itu, seluruh proses evaluasi dan penguatan sistem terus dilakukan secara menyeluruh,” ujarnya.

Baca Juga :  Bocah 8 Tahun Hanyut di Sungai Batang Tembesi, Sarolangun Saat Mandi Bersama Temannya

Ia mengungkapkan, hingga kini audit forensik terkait insiden serangan siber yang terjadi pada Februari lalu masih berjalan. Audit tersebut bertujuan mengidentifikasi akar persoalan sekaligus menelusuri pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Meski demikian, Sudirman menegaskan bahwa proses investigasi tidak mengurangi komitmen Bank Jambi untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas layanan.

“Kami ingin semua berjalan secara transparan. Audit forensik masih berlangsung dan hasilnya akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kejadian tersebut. Namun yang jelas, semangat untuk memperbaiki dan memperkuat sistem tetap menjadi prioritas utama,” katanya.

Baca Juga :  Razia PETI Bungo Nyaris Ricuh: Ibu-Ibu Hadang Aparat, Evakuasi Excavator Tertahan 10 Jam

Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Bank Jambi saat ini tengah melakukan migrasi sistem dari Core Banking 12 menuju Core Banking 24. Sistem terbaru itu disebut memiliki fitur keamanan yang lebih mutakhir, kapasitas pengelolaan data yang lebih besar, serta kemampuan pengawasan transaksi yang lebih optimal.

Sudirman menjelaskan, pembaruan teknologi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda mengingat perkembangan industri perbankan yang semakin bergantung pada layanan digital dan transaksi elektronik.

“Perubahan teknologi adalah sebuah keniscayaan. Sistem lama telah digunakan cukup lama sehingga perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan perbankan modern. Persiapan menuju implementasi Core Banking 24 juga sudah dilakukan secara intensif,” jelasnya.

Ia meyakini kehadiran platform baru tersebut akan memperkuat ketahanan sistem Bank Jambi terhadap berbagai potensi ancaman siber sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga :  20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Digagalkan di Jambi, Empat Kurir Antarprovinsi Dibekuk Polisi

“Dengan sistem yang lebih modern, pengawasan akan semakin kuat dan risiko gangguan dapat diminimalkan. Harapannya, kejadian yang pernah terjadi tidak terulang kembali,” tegas Sudirman.

Rencana implementasi Core Banking 24 sendiri telah disusun sejak awal tahun dan mulai memasuki tahap realisasi pada Mei 2026. Program tersebut juga sejalan dengan berbagai rekomendasi regulator guna memperkuat tata kelola teknologi informasi di sektor perbankan.

Melalui transformasi digital yang sedang berlangsung, Bank Jambi menargetkan mampu meningkatkan daya saing, memperkuat kepercayaan nasabah, serta mengukuhkan perannya sebagai bank pembangunan daerah yang siap menghadapi tantangan industri perbankan masa depan. (*)