JAMBILIFE.COM,MUARO TEBO– Kondisi memprihatinkan dialami Sekolah Dasar Negeri (SDN) 133 Tebo yang berada di Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Sekolah tersebut dilaporkan mengalami kekurangan ruang kelas serta membutuhkan rehabilitasi pada sejumlah bangunan yang sudah tidak layak digunakan.
Pantauan di lapangan pada Selasa (31/3/2026) menunjukkan, fasilitas belajar mengajar di sekolah tersebut jauh dari kata memadai. Beberapa ruang kelas mengalami kerusakan, mulai dari plafon yang lapuk hingga atap yang bocor, sehingga mengganggu kenyamanan siswa saat proses pembelajaran berlangsung.
Kondisi ini pun menjadi perhatian para wali murid yang setiap hari mengantar dan menjemput anak-anak mereka. Mereka berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk segera memperbaiki fasilitas sekolah.
Kepala SDN 133 Tebo, Ediarto, S.Pd., saat dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebutkan bahwa pihak sekolah sangat membutuhkan tambahan ruang kelas sekaligus rehabilitasi bangunan yang ada.
“Memang benar, kami sangat mengharapkan bantuan pembangunan ruang kelas baru dan perbaikan fasilitas. Ini menyangkut kenyamanan siswa dalam belajar. Kalau ruang kelasnya baik dan rapi, anak-anak tentu lebih semangat belajar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat tiga ruang kelas yang kondisinya sudah tidak layak pakai. Bahkan, satu ruangan terpaksa difungsikan sebagai kantor meski kondisinya sempit dan tidak representatif untuk kegiatan belajar mengajar.
“Plafon sudah banyak yang rusak dan atap bocor, sehingga mengganggu proses belajar. Total ada tiga ruang, dan semuanya butuh perbaikan. Satu ruang dipakai sebagai kantor, namun sebenarnya juga tidak layak,” jelasnya.
Ediarto menambahkan, pihak sekolah memiliki keterbatasan kewenangan dalam melakukan perbaikan. Selama ini, hanya perbaikan ringan yang bisa dilakukan secara mandiri.
“Kewenangan kami hanya sebatas perbaikan ringan, dan itu sudah kami upayakan. Untuk pembangunan ruang kelas baru maupun rehabilitasi besar, kami sangat berharap bantuan dari pemerintah daerah dan pusat,” tutupnya.
Dengan kondisi tersebut, pihak sekolah dan masyarakat berharap adanya perhatian segera agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan layak bagi para siswa.(*/wir)





