JAMBILIFE.COM– Di usia ke-92 tahun, GP Ansor Jambi mulai menandai babak baru perjalanan organisasinya. Jika selama ini dikenal sebagai garda terdepan dalam penguatan nilai-nilai kebangsaan, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan, kini Ansor menegaskan langkah menuju kemandirian ekonomi melalui peluncuran Badan Usaha Milik Ansor (BUMA).
Peluncuran BUMA yang dirangkai dengan peresmian kantor baru serta penandatanganan hibah mesin digital printing di Sekretariat GP Ansor Provinsi Jambi, Telanaipura, Selasa (2/6/2026) malam, menjadi simbol transformasi organisasi dari sekadar wadah kaderisasi menuju pusat pemberdayaan ekonomi umat.
Momentum tersebut mendapat dukungan penuh dari Gubernur Jambi, Al Haris. Di hadapan ratusan kader Ansor, ia menegaskan bahwa masa depan generasi muda tidak boleh hanya bergantung pada lapangan pekerjaan yang tersedia, melainkan harus berani menciptakan peluang ekonomi baru.
“Banyak anak muda masih bercita-cita menjadi honorer atau menunggu pekerjaan. Padahal peluang usaha terbuka luas. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk memulai,” ujar Al Haris.
Menurutnya, kehadiran BUMA merupakan langkah strategis yang sejalan dengan kebutuhan zaman. Organisasi kepemudaan, kata dia, tidak cukup hanya kuat dalam gagasan dan gerakan sosial, tetapi juga harus memiliki fondasi ekonomi yang mampu menopang keberlangsungan kader dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Al Haris melihat potensi besar yang dapat digarap BUMA di Jambi, mulai dari sektor perdagangan, distribusi kebutuhan pokok, hingga penguatan ekonomi berbasis pesantren. Ia bahkan mendorong terbukanya kolaborasi dengan Bulog serta jejaring pondok pesantren yang selama ini menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus ekonomi masyarakat.
“Kalau dikelola secara profesional, peluangnya sangat besar. Pesantren membutuhkan pasokan kebutuhan pokok setiap hari. Ini pasar yang nyata dan berkelanjutan,” katanya.
Bagi Al Haris, lahirnya BUMA bukan hanya tentang bisnis dan keuntungan, melainkan bagian dari gerakan sosial-ekonomi yang mampu memperkuat kesejahteraan umat.
“Ini bukan sekadar usaha. Ini ikhtiar membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Semoga menjadi amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP GP Ansor, Addin Jauharuddin, menyebut BUMA sebagai instrumen penting dalam agenda besar transformasi organisasi. Menurutnya, Ansor harus mampu mengonsolidasikan berbagai potensi usaha kader menjadi kekuatan ekonomi kolektif yang terorganisasi dan berkelanjutan.
Ke depan, BUMA akan menjadi payung bagi berbagai aktivitas usaha kader, baik dalam bentuk perseroan terbatas, koperasi, maupun model bisnis lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah.
Namun Addin mengingatkan, keberhasilan usaha tidak ditentukan oleh banyaknya konsep yang disusun, melainkan keberanian mengambil langkah pertama.
“Jangan terlalu lama berdiskusi sampai kehilangan momentum. Dunia usaha membutuhkan keberanian untuk memulai. Action adalah kunci,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya integritas, kejujuran, dan kemampuan membangun jaringan sebagai modal utama dalam mengembangkan usaha yang sehat.
Di tingkat daerah, Ketua PW GP Ansor Jambi, H. Habibi, menjelaskan bahwa pembentukan BUMA merupakan salah satu program prioritas organisasi untuk meningkatkan kesejahteraan kader. Sejumlah unit usaha bahkan telah berjalan, mulai dari digital printing, distribusi sembako, hingga jasa logistik.
Saat ini, Ansor Jambi juga tengah menyiapkan pengembangan toko kebutuhan pokok dan memperluas kemitraan dengan berbagai pelaku usaha.
“Kami ingin membuktikan bahwa Ansor tidak hanya hadir dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Ansor juga harus mampu menjadi kekuatan ekonomi yang profesional, mandiri, dan memberikan manfaat bagi kader maupun masyarakat luas,” ujar Habibi.
Peluncuran BUMA malam itu bukan sekadar seremoni organisasi. Ia menjadi penanda lahirnya sebuah gerakan ekonomi baru yang berupaya menghubungkan semangat kaderisasi dengan kemandirian usaha.
Di usia yang ke-92, GP Ansor Jambi tampaknya tengah menyiapkan arah baru: membangun organisasi yang tidak hanya kuat dalam perjuangan sosial dan kebangsaan, tetapi juga tangguh dalam menggerakkan roda ekonomi umat. Dari Jambi, langkah itu kini mulai dijalankan.(*)





