JAMBILIFE.COM– Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Bunda PAUD Kota Jambi yang mengusung tema “Optimalisasi Layanan PAUD”, dengan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), Bunda PAUD tingkat kecamatan dan kelurahan, serta unsur Posyandu bidang pendidikan. Rabu (3/6/2026)
Kegiatan yang diadakandi aula Balai PKK Kota Jambi tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi diwakili Kabid PAUD, Bunda PAUD Kota Jambi, jajaran kepala OPD terkait, Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan se-Kota Jambi, serta para pemangku kepentingan yang bergerak di bidang pendidikan anak usia dini.
Bunda Paud Kota Jambi, Hj,Dr.dr, Nadiyah Maulana, Sp,Og dalam sambutannya, disampaikan bahwa masa usia dini merupakan periode emas (golden age) yang sangat menentukan kualitas generasi penerus bangsa di masa mendatang. Karena itu, investasi terbaik yang dapat dilakukan pemerintah bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia sejak usia sedini mungkin.
Rakor ini juga menjadi momentum untuk memperkuat implementasi kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, yang menempatkan pendidikan pra-sekolah atau PAUD sebagai fondasi wajib sebelum anak memasuki jenjang pendidikan dasar.
“PAUD bukan lagi sekadar pilihan, melainkan hak dasar setiap anak yang harus dipenuhi bersama. Keberhasilan pembangunan sumber daya manusia dimulai dari kualitas layanan pendidikan usia dini yang diterima anak-anak kita hari ini,” ujar Nadiyah.
Dalam forum itu, peserta Rakor diajak untuk memperkuat tiga aspek utama dalam optimalisasi layanan PAUD. Pertama, memastikan aksesibilitas dan pemerataan layanan agar tidak ada anak usia dini di Kota Jambi yang terlewat dari layanan pendidikan. Kedua, meningkatkan kualitas layanan melalui pendekatan PAUD Holistik Integratif yang mencakup pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak. Ketiga, memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program Wajib Belajar 13 Tahun.
Nadiyah juga mengatakan peran Bunda PAUD dari tingkat kota, kecamatan hingga kelurahan dinilai sangat strategis sebagai motor penggerak, fasilitator, sekaligus penghubung antara pemerintah, lembaga PAUD, orang tua, dan masyarakat.
“Anak-anak adalah masa depan kota ini. Kualitas bangsa di masa depan sangat ditentukan oleh bagaimana kita merawat, melindungi, dan mendidik mereka sejak hari ini,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kota Jambi, panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Rakor. Para peserta diharapkan dapat memanfaatkan forum tersebut untuk merumuskan berbagai strategi dan langkah konkret guna memperkuat layanan PAUD di Kota Jambi.
Rapat Koordinasi Bunda PAUD Kota Jambi dengan tema “Optimalisasi Layanan PAUD” kemudian resmi dibuka sebagai langkah awal memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan di Kota Jambi.(wir)





