JAMBILIFE.COM – Polda Jambi tak ingin kecolongan menghadapi potensi gangguan keamanan. Sebanyak 1.016 personel gabungan dikerahkan dalam apel dan rangkaian latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota), Sabtu (25/4/2026), sebagai langkah konkret memperkuat kesiapsiagaan di lapangan.
Kegiatan yang digelar dari Mapolresta hingga Lapangan Hijau Polresta Jambi itu dipimpin langsung Karo Ops Polda Jambi Kombes Pol Vendra Riviyanto. Sejumlah satuan terlibat, mulai dari Sat Brimob, Dit Reskrimum, Dit Sabhara, Dit Binmas, Dit Lantas, Dit Krimsus, Dit Intelkam, Bid Dokes, hingga personel Polresta Jambi.
Dalam arahannya, Vendra menekankan bahwa latihan bukan sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan strategis di tengah dinamika global dan nasional yang terus bergerak.
“Momentum ini harus dimanfaatkan maksimal. Kita akan menghadapi berbagai agenda penting, sehingga latihan ini menjadi sarana menajamkan SOP sekaligus memastikan kesiapan harkamtibmas,” tegasnya.
Ia merinci, latihan Sispamkota dikemas dalam tiga tahapan utama: olah strategi, Tactical Floor Game (TFG), dan simulasi lapangan. Seluruh skenario penanganan mengacu pada eskalasi kondisi—mulai dari hijau, kuning, hingga merah—sesuai standar operasional.
Usai apel, simulasi langsung digelar di Lapangan Hijau Polresta Jambi dan turut disaksikan awak media. Dalam sesi doorstop, Vendra menegaskan bahwa pengerahan ribuan personel merupakan bagian dari kesiapan operasional menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas.
“Latihan ini adalah bentuk kesiapsiagaan operasional. Sekitar 1.016 personel dilibatkan untuk memastikan respons yang cepat dan terukur di lapangan,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menyebut latihan ini juga menjadi langkah mitigasi terhadap agenda nasional dalam waktu dekat, termasuk peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada Mei 2026.
“Kami siapkan pola pengamanan berjenjang, dari kondisi hijau hingga merah, sebagai strategi antisipatif menghadapi dinamika yang ada,” tambahnya.
Meski begitu, pendekatan yang diusung tetap mengedepankan sisi humanis. Penanganan massa, kata dia, dilakukan secara preventif, profesional, dan proporsional, tanpa mengabaikan hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
“Prinsipnya jelas, pengamanan tetap humanis dan menjamin kebebasan berpendapat sesuai aturan,” katanya.
Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Menurutnya, berbagai skenario telah disiapkan secara komprehensif, termasuk untuk menghadapi situasi darurat.
“Seluruh personel dilatih agar mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis serta menghormati hak masyarakat,” pungkasnya.(*)





