Arus Sungai Merenggut Asa”  Tim SAR Temukan Fakih Tak Bernyawa, 10 Kilometer dari Titik Tenggelam

JAMBILIFE.COM,MERANGIN – Duka menyelimuti Desa Pulau Rengas, Kecamatan Bangko Barat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Setelah dua hari pencarian penuh harap, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Fakih (15), remaja yang hanyut di Sungai Batang Merangin, dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (24/5/2026).

Korban ditemukan sekitar 10 kilometer dari lokasi awal kejadian (LKP), tepat pukul 10.00 WIB, setelah tim gabungan melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran sungai yang dikenal memiliki arus deras tersebut.

Peristiwa tragis itu bermula pada Jumat, 22 Mei 2026 sekitar pukul 16.30 WIB. Berdasarkan laporan BPBD Merangin, Fakih saat itu tengah mandi bersama rekannya di Sungai Batang Merangin sebelum tiba-tiba terseret arus deras dan hilang dari permukaan air.

Baca Juga :  Dilarang “Live” Saat Bertugas, Polda Jambi Kunci Disiplin Personel di Era Digital

Warga yang berada di lokasi sempat berusaha melakukan pencarian secara manual menggunakan peralatan seadanya. Namun derasnya arus sungai membuat upaya awal tersebut belum membuahkan hasil.

Mendapat laporan kejadian, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan operasi pencarian. Pada hari ketiga pencarian, Minggu pagi (24/5), tim mulai bergerak sejak pukul 07.00 WIB meski cuaca diguyur hujan ringan.

Operasi pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 menggunakan perahu karet (LCR) milik Pos SAR Bungo dengan penyisiran sejauh 10 kilometer ke arah hilir sungai. Sementara SRU 2 menggunakan LCR milik BPBD Merangin untuk melakukan penyisiran di jalur berbeda namun dengan radius yang sama.

Baca Juga :  Harlah ke-92 GP Ansor, BUMA Resmi Diluncurkan: Dari Organisasi Kader Menuju Kekuatan Ekonomi Umat

Kerja keras tim gabungan akhirnya membuahkan hasil. Tubuh korban berhasil ditemukan mengapung di aliran sungai dan segera dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

“Korban atas nama Fakih (15) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi oleh tim ke rumah duka,” demikian keterangan resmi Komandan Pos SAR Bungo, M. Andri.

Usai proses evakuasi, seluruh unsur gabungan melaksanakan briefing penutupan operasi SAR pada pukul 10.30 WIB. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai dan seluruh personel kembali ke satuan masing-masing.

Baca Juga :  Festival Hutan Adat Jambi Dibuka, Sekda Sudirman Dorong Percepatan Pengakuan 1,4 Juta Hektar Hutan Adat

Operasi kemanusiaan ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya 7 personel Rescue Pos SAR Bungo, 6 personel BPBD Merangin, personel Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta dukungan masyarakat dan keluarga korban.

Dalam proses pencarian, tim turut didukung berbagai perlengkapan seperti Rescue Car, perahu karet (LCR), drone pemantau udara, alat komunikasi, perlengkapan medis, dan perangkat evakuasi lainnya.

Pihak Basarnas menyampaikan apresiasi atas kekompakan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut, sekaligus menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi.(*)