JAMBILIFE.COM – Layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan Mobile Banking Bank 9 Jambi, hingga kini Selasa (3/3/2026) masih belum normal atau tidak bisa diakses.
Hal ini menjadi keluhan para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi yang disampaikan kepada Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly.
Sebelumnya, DPRD Kota Jambi menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran manajemen Bank Jambi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jambi, Kamis (26/02/2026) siang. Diketahui RDP digelar karena hilangnya uang sejumlah nasabah dari rekening yang diduga dilakukan hacker.
Usai RDP, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menegaskan, agar sistem layanan Bank 9 Jambi segera kembali normal sebelum pencairan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 1 Maret 2026.
Menurut ASN, gangguan yang terjadi saat ini telah terjadi berulang kali dan berlangsung cukup lama, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi para nasabah. Dan, dampaknya nasabah tidak dapat melakukan transaksi secara mandiri melalui ATM maupun M-Banking.
Dampak lainnya adalah terhambatnya proses pembayaran, transfer, dan transaksi keuangan lainnya. Nasabah terpaksa datang langsung ke kantor bank untuk melakukan transaksi. Meningkatnya antrean di kantor cabang, serta terganggunya aktivitas pekerjaan karena harus sering izin untuk mengantre di bank demi menyelesaikan transaksi yang seharusnya dapat dilakukan secara digital.
“Kondisi ini tentunya sangat memengaruhi kenyamanan nasabah serta berdampak pada efektivitas dan kinerja, khususnya bagi pegawai atau masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu,” bilang ASN tersebut.
Para ASN berharap, manajemen Bank 9 Jambi segera melakukan evaluasi dan perbaikan sistem secara menyeluruh agar layanan ATM dan M-Banking dapat berfungsi secara optimal dan stabil.
Selain itu, diharapkan adanya pemberitahuan resmi dan transparan kepada nasabah apabila terjadi gangguan, sehingga nasabah dapat mengantisipasi kebutuhan transaksi mereka.
“Harapan kami agar permasalahan ini dapat segera ditindaklanjuti demi peningkatan kualitas pelayanan kepada nasabah,” katanya.
Sementara itu Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly mengaku telah menerima langsung laporan dari sejumlah ASN yang mengeluhkan gangguan layanan ATM dan Mobile Banking yang belum bisa diakses nasabah.
“Kami meminta Bank 9 Jambi untuk melakukan upaya dan langkah yang konkrit untuk mengatasi hal tersebut,” ujarnya.
Kemas Faried juga meminta agar Bank 9 Jambi melakukan koordinasi yang intens dengan seluruh regulator terutama Bank Indonesia guna mempercepat pemulihan atas layanan operasional ATM Bank 9 Jambi, sehingga diharapkan dapat memberikan kenyamanan transaksi bagi nasabah.
“Segera menyampaikan informasi terkait layanan operasional bank secara transparan kepada masyarakat,” ujarnya.
Kemas Faried juga meminta agar Bank 9 Jambi membuat langkah-langkah penanganan yang efektif dalam memberikan pelayanan kepada nasabah.
“Jika diperlukan jemput bola ditiap satuan layanan perangkat daerah (OPD) maupun distrik / cabang Bank 9 Jambi guna menambah teller untuk mengurai antrean pencairan gaji ASN,” tegasnya.
“Serta membangun dan menjaga komunikasi yang aktif dengan seluruh pemangku kepentingan guna memberikan pemahaman atas kondisi terkini dan pemulihan yang dilakukan,” tutur Ketua DPRD Kota Jambi menambahkan.(*)











