JAMBILIFE.COM – Curah hujan tinggi menyebabkan banjir yang melanda Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) hingga merendam ruas Jalan Lintas Timur dan rumah warga di sejumlah desa.
Kepala BPBD Tanjabbar, Zulfikri mengatakan, berdasarkan data dari pihak Kecamatan Tungkal Ulu, lebih kurang 34 rumah warga dari tiga desa teredam banjir yang mulai terjadi Jumat (2/1/2026).
Saat ini kondisi air sudah mulai surut Dan sebagian rumah warga dudan bisa ditempati. BPBD dan Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir.
“Tiga desa yang terendam, tapi tidak semua kena banjir penuh. Hari ini sudah mulai surut,” ujarnya, Sabtu (3/1/2025).
Banjir di Desa Pematang Pauh kata Zulfikri, akibat meluapnya air Sungai Luntuk Dan membuat banjir hampir naik ke jalan lintas.
“Rumah warga yang terendam sebanyak 14 rumah meliputi RT 02, RT. 03. dan RT 05 dan Kantor Desa Pematang Pauh juga ikut terendam sampai dengan lantai kantor,” bebernya.
Di Desa Tanjung Tayas juga terdampak dari banjir dan mengakibatkan meluapnya air Sungai Bumbung. Untuk yang terdampak sudah masuk air ke dalam rumah warga sebanyak 18 rumah.
“Meliputi 3 RT dan akses jalan dari luar lintas ke dusun dalam sementara ini terhambat, kendaraan roda 2 maupun roda 4 tidak dapat lewat karena banjir tersebut,” ungkapnya.
Sedangkan di Desa Badang ada dua rumah yang terdampak yang berada di kebun dan kolam, posisi air masih di bawah rumah. Akibat banjir ini kerugian terdampak sekira 5 kolam rusak tenggelam dan bibit ikan ikut hanyut.
Sedangkan, di Kecamatan Muara Papalik, banjir terjadi di Desa Rantau Badak, di Kecamatan Batang Asam, banjir melanda Desa Tanjung Bojo dan Desa Dusun Kebun.
“Untuk data terendam masih dalam proses pendataan,” sebutnya.
Banjir juga menlada Kecamatan Merlung, Sabtu (3/1/2026). Hal ini disampaikan Kapolsek Merlung, AKP Agung Heru Wibowo, S.H., M.H., yang turun langsung memimpin pengecekan bersama personel guna memastikan kondisi keamanan masyarakat dan akses jalan lintas.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan sejak pukul 09.00 WIB, terdapat tiga lokasi utama yang mengalami kenaikan debit air cukup signifikan yaitu Jalan Lintas Tengah Tebo-Merlung (Desa Lubuk Terap), debit air naik hingga mencapai ±100 cm atau setinggi pinggang orang dewasa. Hal ini menghambat akses lalu lintas di jalur tersebut.
Sementara itu, akses jalan Desa Tanjung Paku, ketinggian air terpantau mencapai ±60 cm. Selain merendam jalan, banjir dilaporkan mulai memasuki pemukiman dengan estimasi 10 unit rumah warga terdampak.
Sedangkan di Pasar Kalangan Desa Merlung, ketinggian air berada di kisaran ±60 cm, yang berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada, mengingat wilayah hulu di Renah Mendaluh saat ini masih terpantau hujan. Potensi kenaikan debit air kiriman sangat mungkin terjadi,” bilang Kapolsek.
Sebagai langkah antisipasi, Polsek Merlung telah menyampaikan imbauan langsung kepada masyarakat di bantaran sungai dan wilayah rendah untuk siaga evakuasi jika hujan susulan kembali turun.
Terkait keterbatasan sarana, Kapolsek Merlung juga telah berkoordinasi dengan Polres Tanjab Barat untuk dukungan logistik. Serta meminta bantuan dukungan peralatan SAR dari Polres ke Polsek Merlung.
Hingga saat ini, personel Polsek Merlung masih disiagakan di lokasi-lokasi rawan untuk membantu warga dan mengatur arus lalu lintas di titik genangan.(*)











