JAMBILIFE.COM— Bau menyengat dari sebuah rumah di Cempaka Putih, Lorong Kemang II, RT 25, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, mengundang perhatian warga pada Minggu, 27 September 2026. Setelah diperiksa, sumber bau ternyata berasal dari jasad seorang pria yang ditemukan telah meninggal di dalam rumah.
Warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada kepolisian. Personel Polsek Jelutung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan awal di tempat kejadian perkara.
Menurut keterangan warga, pria tersebut dikenal dengan nama panggilan Bujang. Ia disebut tinggal seorang diri di rumah itu.
“Namanya Bujang, dia tinggal di rumah itu sendirian. Kami tidak tahu kapan meninggalnya. Sekitar pukul 12.30 WIB baru diketahui,” ujar seorang warga.
Warga sebelumnya menduga bau tersebut berasal dari bangkai tikus. Dugaan itu berubah setelah mereka memeriksa sumber aroma dan menemukan korban di dalam rumah.
Sejumlah warga mengatakan korban masih terlihat pada Kamis sebelumnya. Saat itu, korban disebut mengambil bantuan beras di kantor kelurahan. Setelah kejadian tersebut, korban tidak lagi terlihat beraktivitas di luar rumah.
“Awalnya dikira bau tikus. Tidak tahunya manusia. Katanya hari Kamis masih ada dia mengambil bantuan beras di kantor lurah. Setelah itu tidak ada lagi keluar,” kata warga tersebut.
Kapolsek Jelutung AKP Adi Mansyah melalui Kanit Reskrim IPDA Ondo Siburian membenarkan penemuan jenazah itu.
Menurut Ondo, korban bernama Tarmizi, 45 tahun, yang sehari-hari dipanggil Bujang.
“Memang benar ada kejadian penemuan jenazah dengan nama korban Tarmizi, 45 tahun, yang akrab dipanggil Bujang,” ujar Ondo.
Polisi masih melakukan penanganan di lokasi dan meminta keterangan dari sejumlah pihak untuk mengetahui rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal.
Adapun penyebab dan waktu kematian Tarmizi belum diketahui. Kepolisian masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari pihak medis untuk memastikan kondisi serta penyebab kematian korban.
“Untuk penyebab maupun waktu pasti meninggalnya korban, masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang dan rumah sakit,” kata Ondo.(wir)





