Biaya Perawatan Korban Keracunan MBG di Sekernan Muaro Jambi Ditanggung Pemda 

JAMBILIFE.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaro Jambi, menyatakan seluruh biaya rumah sakit terhadap 96 pelajar KB/TK, SD, SMP dan SMA sederajat yang jadi korban keracunan massal yang didiga akibat makan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya, ditanggung pemerintah daerah.

“Kesehatan anak-anak jadi prioritas utama kami saat in dan untuk sementara biaya pengobatan akan diberikan secara gratis kepada seluruh korban,” sebut Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS), Jumat (30/1/2026).

Menurut Bupati BBS, langkah tersebut  diambil setelah puluhan murid, yang sebagian besar anak-anak, dilaporkan terdampak keracunan makanan MBG. Karena dilaporkan sebanyak 96 pelajar dari sejumlah sekolah di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi,  mengalami keracunan massal usai menyantap makanan dari program MBG di sekolahnya.

Baca Juga :  Perkuat Struktur Organisasi, Tiga Pejabat Eselon III Kejati Jambi Dilantik

Sementara itu Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Muaro Jambi, Ahmad Aripin, Agus Subakti mengatakan, sampai saat ini setidaknya ada puluhan orang murid yang sudah ditangani oleh petugas kesehatan.

“Sampai saat pukul 21.00 WIB, ada sebanyak 96 pelajar dan juga termasuk tiga tenaga pengajar yang masuk rumah sakit dan sudah ada lima orang yamg kembali dan dua orang dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi namun semua pasien yang masuk langsung kita tangani, Alhamdulillah kondisinya sudah cukup mambaik,” bebernya.

Para murid tersebut akan dirawat di kamar, selama waktu 12 jam hingga 24 jam dan akan dilakukan observasi. Sebab para murid mengalami gejala muntah dan mencret.

Baca Juga :  AHHB Jambi Gelar Aksi Damai di Polresta, Soroti Lemahnya Penindakan Angkutan Batubara

Sementara itu Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sengeti, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Akbar Amrullah, mengatakan hingga kini penyebab dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan murid selaku penerima manfaat belum diketahui.

“Seluruh bahan baku yang diterima dapur SPPG langsung diolah dan disajikan pada hari yang sama. Semua bahan yang datang, hari itu juga kami sajikan. Menu makanan yang dibagikan pada hari ini adalah soto,” tuturnya.

Diakuinya, saat ini kasus tersebut masih dalam tahap pemeriksaan oleh pihak berwenang. Makanan yang disajikan oleh SPPG Sengeti telah disiapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan dirinya membantah adanya praktik daur ulang makanan dalam proses penyajian.

Baca Juga :  Remaja 16 Tahun Hilang di Batanghari, Tim SAR Jambi Kebut Operasi Pencarian ke Tebo

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi Aang Hambali, mengatakan telah mengerahkan 25 tenaga medis dari Puskesmas Sekernan, Sengeti dan Penyengat Olak, untuk membackup tenaga medis yang ada di RS Ahmad Ripin, tempat para korban saat ini mendapatkan perawatan.

“Kami bergerak cepat untuk memastikan semua korban mendapatkan perawatan maksimal. Tenaga medis dari puskesmas siap membantu dan ambulans standby,” bilang Aang Hambali.

Sementara itu, Kapolsek Sekernan AKP Taroni Zibua mengatakan, sampai Jumat malam korban sudah mancapai 96 orang, termasuk juga tenaga pengajar atau guru.

Satu balita berusia dua tahun juga menjadi korban keracun dan dirujuk ke RSUD Raden Mattaher.(*)