Call Center 110 Dipertanyakan, Warga Pemayung Nilai Respons Polres Batanghari Terlambat Saat Blokir Truk Batubara

JAMBILIFE.COM, BATANGHARI – Layanan darurat 110 milik Polda Jambi yang selama ini digaungkan cepat dan responsif justru menuai sorotan dari masyarakat. Warga Kecamatan Pemayung menilai respons aparat lamban saat mereka meminta bantuan kepolisian di tengah memanasnya aksi penolakan truk batubara di Jalan Lintas Tembesi–Jambi, tepatnya di Jembatan Peneradan, Jumat malam hingga Sabtu dinihari (9/5/2026).

Aksi penjagaan dilakukan puluhan warga bersama sejumlah wartawan dengan menghentikan kendaraan angkutan batubara yang melintas di jalur nasional tersebut. Warga meminta para sopir memutar balik kendaraan guna mencegah kerusakan jalan yang semakin parah akibat aktivitas angkutan batubara.

Baca Juga :  Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama Polda

Dalam waktu sekitar dua jam, tercatat sembilan truk pengangkut batubara mencoba melintas menuju Kota Jambi. Namun permintaan warga agar kendaraan putar arah ditolak oleh para sopir. Bahkan beberapa di antaranya disebut sempat menawarkan uang agar tetap diperbolehkan melintas.

Situasi yang mulai memanas membuat warga menghubungi layanan call center 110 Polres Batanghari sekitar pukul 00.00 WIB. Namun hingga hampir satu jam berselang, tidak ada personel kepolisian yang datang ke lokasi.

Di tengah penantian itu, lokasi aksi kembali didatangi sejumlah warga lain yang diduga merupakan oknum pelaku pungutan liar terhadap angkutan batubara. Mereka meminta aksi penghentian truk tidak dilakukan di wilayah tersebut.

Baca Juga :  PAGUJATI Resmi Lahir, Jambi Bersiap Tinggalkan Hutan Kabel Menuju Kota Digital Modern

Karena kondisi semakin tegang, warga kembali menghubungi layanan 110 sekitar pukul 00.58 WIB. Akan tetapi, aparat kepolisian baru tiba sekitar pukul 02.00 WIB dengan enam personel.

Saat polisi datang, sebagian besar truk batubara sudah lebih dulu lolos dan melanjutkan perjalanan menuju Kota Jambi. Dari sembilan kendaraan yang sempat dihentikan warga, hanya tersisa satu unit truk di lokasi yang disebut-sebut diduga milik oknum anggota polisi.

Sebelum aparat tiba, sejumlah oknum masyarakat juga disebut meminta para sopir agar tetap melanjutkan perjalanan.

Baca Juga :  Seratus Rumah Ludes, Gubernur Al Haris Turun Langsung ke Teluk Nilau Bawa Harapan Pemulihan

Anggota Polres Batanghari, Rauful Yadi, mengatakan masih adanya truk batubara yang melintas diduga karena adanya jalur lain yang tidak berada dalam pengawasan polisi.

“Kami jaga di depan Polres, kami melarang truk batubara melintas. Tapi kan ada jalur lain di luar penjagaan kami. Kalau di Simpang Pete itu yang jaga Dishub,” ujar Rauful Yadi.

Setelah tiba di lokasi, aparat kepolisian akhirnya mengamankan dua unit truk pengangkut batubara ke Mapolres Batanghari. Satu unit merupakan hasil penghentian warga, sementara satu kendaraan lainnya diamankan petugas saat menuju lokasi usai menerima laporan dari layanan call center 110.(*)