Dihadapan Menhut Raja Juli, Warga Sumay Tebo Keluhkan Populasi Gajah yang Terus Bertambah

JAMBILIFE.COM – Warga mengeluhkan keberadaan populasi Gajah Sumatera (elephas maximus Sumatranus) yang terus bertambah di kawasan mereka di Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo.

Keluhan tersebut disampaikan warga saat Menteri Kehutanan Raja Juli Antony yang didampingi Gubernur Jambi Al Haris melakukan kunjungan ke kawasan konservasi gajah di Kabupaten Tebo dan Bungo, Senin (28/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, warga mengeluhkan populasi gajah yang terus bertambah dan mulai mengganggu lahan masyarakat. Hal itulah yang menyebabkan swrungkali konflik gajah dengan masyarakat tak terhindari.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Al Haris yang mendampingi Menhut Raja Juli Antony juga meninjau pengelolaan hutan berbasis masyarakat di Kabupaten Tebo dan Bungo.

Baca Juga :  Karhutla di Jambi, 144 Hotspot Terdeteksi per 6 Oktober 2026

Di lokasi tersebut, petugas dinilai luar biasa dalam merawat gajah mulai dari penanaman rumput untuk pakan gajah hingga program edukasi.

“Bukdi hari ini saya dan pak Menteri pertama melihat bagaimana teman-teman di Tebo khususnya di kawasan konservasi gajah. Mereka luar biasa merawat gajah-gajah kita dari mulai nanam rumput untuk makanan gajah, merawatnya dan sebagainya bahkan juga ada edukasi-edukasi di situ,” ujar Al Haris.

Selain meninjau perawatan satwa, Menteri juga menyerap aspirasi masyarakat terkait konflik gajah. Warga mengeluhkan populasi gajah yang terus bertambah dan mulai mengganggu lahan masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Tanjabbar Buka Turnamen Sepak Bola OPD Cup 2026

Kemudian rombongan meninjau hutan lindung yang dikelola sebagai hutan desa di wilayah Bungo.

Gubernur Al Haris juga menyebut warga berhasil menjaga kawasan hutan dan sungai melalui tradisi Lubuk Larangan.

“Pak Menteri tadi melihat bagaimana warga masyarakat menjaga hutan, menjaga sungai Lubuk Larangan sehingga ini contoh luar biasa. Ke depan kami akan mengajukan desa-desa yang rawan untuk dijadikan hutan desa,” katanya.

Terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Berbak, Menhut Raja Juli Antony menyebut tim gabungan telah berada di lokasi untuk melakukan penyekatan api dan water bombing.

Baca Juga :  Wagub Sani Dampingi Wamen LH Tinjau Penanganan Karhutla di Desa Parit Culum Tanjab Timur

“Tim sudah ke sana, sudah mulai menyekat api, WB juga jalan terus, sudah mulai proses pendinginan,” ujarnya.

Ia mengakui penanganan karhutla di Berbak menghadapi kendala karena karakteristik lahan gambut dan luasnya kawasan. Api yang sudah padam berpotensi muncul kembali.

“Ini lahan gambut ya, bisa saja nanti padam apinya besok muncul lagi. Kesulitannya memang luar biasa luas belantaranya, sehingga kemarin ketika tim ingin masukkan alat ke sana tidak bisa, maka kita coba atur jalur sungai,” kata Menhut Raja Juli Antony.(rls/*)