Diretas Hacker, Nasabah Ramai-ramai Tarik Uang di Bank 9 Jambi

JAMBILIFE.COM – Pascapermohonan maaf yang disampaikan manajemen Bank 9 Jambi, Minggu (22/2/2026) terkait uang nasabah yang raib dari rekening, pada Senin (23/3/2026) kantor Bank 9 Jambi dipadati para nasabah. Selain mengecek isi rekening, para nasabah juga banyak yang melakukan penarikan.

Seperti yang terlihat di kantor Bank 9 Jambi di Rumah Sakit Kota Abdul Manap. Sejak pagi hingga siang, tampak antrean nasabah untuk mengecek uangnya maupun membuat pengaduan karena uang mereka di rekening raib.

“Isi surat pengajuan dulu ya pak,” sebut satpam seraya menyerahkan secarik kertas kepada seorang ASN yang mengaku uangnya raib Rp22 juta di rekening. Ada juga suami istri ASN yang juga mengisi surat pengaduan karena yang uang di rekening mereka yang juga raib.

“Di rekening saya Rp23 juta, kalau di rekening suami saya Rp 25 juta,” tutur Lisma, seorang ASN.

“Kata orang bank, sudah buat surat pengajuan, tunggu 10 hari kerja,” tambahnya.

Sementara itu, di kantor Bank 9 Jambi Wali Kota, para nasabah hingga siang terus berdatangan. Ada yang mengecek rekening dan menarik uang mereka.

“Alhamdulillah, aman uang saya belasan juta. Ini mau tarik, karena mobile banking nya belum tahu kapan normalnya,” bilang seorang pria yang memakai pakaian ASN.

Baca Juga :  Sekwan DPRD Batang Hari hadiri buka puasa bersama Forkominda

Selain memastikan uang di dalam rekening, para nasabah juga tampak menarik uang mereka. Seorang guru SDN di Kota Jambi juga mengaku Rp24 juta uang di rekeningnya hilang.

“Ini buat surat pengaduan dulu,” tuturnya.

“Waduh saya kena Rp19 juta hilang,” keluh ASN lainnya.

Hingga Senin sore masih banyak nasabah yang ingin mengecek saldo di rekening mereka, bahkan tak sedikit pula yang menarik uang mereka dari rekening.

Sementara itu dihari yang sama, Manajemen Bank 9 Jambi, resmi melaporkan dugaan pelanggaran tindak pidana dalam kasus pembobolan uang nasabah Bank 9 Jambi dengan nilai fantastis yang terjadi pada Minggu 22 Februari 2026, ke Polda Jambi Senin (23/2/2026).

“Kami dari Kuasa Hukum Bank Jambi hari ini telah melaporkan kasus bobolnya uang nasabah yang dilakukan oleh hecker ke Polda Jambi,” kata Kuasa Hukum Bank Jambi Iksan Hasibuan.

Pihak Bank Jambi melaporkan adanya dugaan peretasan sistem keuangannya oleh hecker, tim Bank Jambi yang didampingi kuasa hukum mendatangi Mapolda Jambi pada 12.30 WIB dan selesai membuat laporannya dari ruangan penyidik Subdit II Perbankan Ditreskrimsus Polda Jambi pada pukul 16.45 WIB.

“Yang jelas kasus yang kami laporkan ini terkait Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 11 tahun 2008 yang diubah UU No 19 tahun 2016 dan UU No 1 tahun 2024,” jelas Iksan Hasibuan.

Baca Juga :  ATM dan Mobile Banking Bank 9 Jambi Belum Bisa Diakses, Ketua DPRD Minta Manajemen Lakukan Ini

Pihak Bank Jambi perlu waktu untuk melakukan klarifikasi terkait dugaan pelanggaran tindak pidana, maka dari itu kasusnya diserahkan kepada Polda Jambi untuk diselidiki.

Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jambi Kombes Pol Taufik Nurmandia mengatakan untuk kasus ini pihak yang menanggani kasus Bank Jambi adalah Subdit II Perbankan yang sedang melakukan penyelidikan atas kasus hilang atau bobol nya uang ratusan nasabah Bank Jambi yang nilainya cukup fantastis terjadi pada Minggu 22 Februari 2026.

“Kami dari Polda Jambi, mengetahui setelah viral dan ramai pemberitaan di media, langsung melakukan sprintdik (surat perintah dimulainya penyelidikan) untuk menangani kasus itu,” katanya.

Kemudian lagi hari ini pihak Polda Jambi telah menerima laporan resmi dari pihak Bank Jambi.

“Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut, ditangani Subdit II Perbankan,” ujarnya.

Kombes Taufik Nurmandia belum bisa berkomentar banyak karena penyelidikan baru saja dilakukan dan hari ini pihal Bank Jambi baru datang ke Polda untuk memberikan keterangan resmi.

Baca Juga :  Menyemai Cinta Rasul, Ketua DPRD Kota Jambi Hadiri Tabligh Akbar “Bahagia Bersholawat”

Terpisah Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, secara resmi mengumumkan langkah-langkah terbaru terkait investigasi dugaan hilangnya dana nasabah dalam konferensi persnya.

Dalam pernyataan resminya, Khairul Suhairi menegaskan bahwa pihak bank tengah menindaklanjuti gangguan sistem yang terjadi dengan melakukan audit forensik secara menyeluruh guna memastikan keamanan saldo nasabah.

Meski akses digital dibatasi, pihaknya menjamin bahwa operasional di kantor cabang tetap berjalan normal bagi nasabah yang ingin bertransaksi secara langsung di meja layanan (counter).

Menurutnya, manajemen Bank Jambi juga memberikan jaminan perlindungan penuh terhadap dana nasabah yang terdampak oleh gangguan tersebut.

Khairul menegaskan tidak akan ada nasabah yang dirugikan secara finansial akibat kesalahan teknis maupun gangguan eksternal.

“Bank Jambi berkomitmen apabila terjadi kerugian nasabah akan melakukan penggantian secara penuh, baik itu disebabkan oleh kesalahan Bank Jambi maupun pihak ketiga yang bekerja sama dengan Bank Jambi,” tegasnya.

Selain langkah internal, Bank Jambi juga memastikan akan membawa permasalahan ini ke ranah hukum guna mengungkap penyebab utama gangguan tersebut.

Bagi nasabah yang merasa mengalami kerugian atau kejanggalan pada saldo rekening nya, Bank Jambi meminta untuk segera melakukan pengaduan resmi agar dapat segera diproses.(*)