Empat Saksi Kasus Tewasnya Brigadir EWS Dibawa ke Polda Jambi, Penyidikan Diambil Alih

JAMBILIFE.COM- Kasus kematian anggota Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Brigadir EWS, terus bergulir. Penanganan perkara kini resmi diambil alih Polda Jambi dengan memeriksa empat orang saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.

Berdasarkan pantauan di Mapolda Jambi pada Rabu (22/7) malam hingga sekitar pukul 21.00 WIB, keempat saksi menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi. Usai diperiksa, mereka kemudian dibawa ke ruang tahanan.

Dari empat saksi tersebut, tiga orang ditempatkan di sel tahanan Provos Polda Jambi, sementara seorang lainnya ditahan di sel tahanan umum Mapolda Jambi. Mereka sebelumnya dibawa menggunakan mobil tahanan milik Polres Tanjung Jabung Timur.

Baca Juga :  Bupati Tanjabbar Buka Turnamen Sepak Bola OPD Cup 2026

Hingga kini, Polda Jambi belum memberikan keterangan resmi mengenai status hukum maupun hasil pemeriksaan terhadap keempat saksi tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Jimmy Christian Samma, saat dikonfirmasi awak media meminta waktu untuk mengungkap secara utuh kasus tersebut.

“Mohon waktu untuk bisa membongkar dan mengungkap kasus ini, karena sudah menjadi perhatian Kapolda,” ujarnya singkat.

Pemindahan para saksi ke Mapolda Jambi dilakukan untuk mempermudah proses penyidikan sekaligus memperkuat koordinasi dalam mengungkap penyebab kematian Brigadir EWS. Penyidik masih mendalami kronologi kejadian, penyebab kematian, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Baca Juga :  Lansia 74 Tahun Tenggelam di Sungai Nalo Tantan Merangin

Kasus ini menjadi sorotan publik setelah Brigadir EWS ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (18/7/2026) pagi di kamar kosnya yang berada di Lorong Kamboja RT 10 RW 04, Kelurahan Rano, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Hingga saat ini, lokasi penemuan korban masih dipasangi garis polisi sebagai bagian dari proses penyelidikan. Selain kamar kos korban, satu area di bagian belakang bangunan juga masih berada dalam status police line.

Di tengah berkembangnya berbagai informasi di masyarakat, termasuk dugaan bahwa Brigadir EWS menjadi korban pembunuhan, pihak kepolisian belum memberikan konfirmasi resmi terkait penyebab pasti kematian. Penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.(*)