Hari Bank Indonesia 2026: Dirut Bank Jambi Nilai BI Tetap Jadi Penjaga Kepercayaan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global

JAMBILIFE.COM– Di tengah tekanan ekonomi global yang masih membayangi, peran Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral dinilai semakin krusial. Tak hanya menjaga stabilitas nilai rupiah, BI juga menjadi salah satu penopang utama kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional.

Momentum Hari Bank Indonesia yang diperingati setiap 5 Juli menjadi pengingat perjalanan panjang lahirnya bank sentral Indonesia sekaligus refleksi atas peran strategisnya dalam menjaga stabilitas ekonomi sejak awal kemerdekaan.

Bank Indonesia resmi mulai beroperasi sebagai bank sentral pada 5 Juli 1953 setelah pemerintah mengesahkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1953 tentang Pokok Bank Indonesia. Regulasi tersebut mengakhiri fungsi bank sentral yang sebelumnya dijalankan De Javasche Bank, bank warisan pemerintah kolonial Belanda.

Baca Juga :  Wawako Diza Hadiri Penyerahan Pengerjaan Fisik "Kampung Bahagia" di RT 17 Simpang III Sipin

Sejak itu, Bank Indonesia mengemban mandat untuk menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, menjaga stabilitas nilai rupiah, serta memastikan sistem pembayaran nasional berjalan aman dan efisien. Seiring perkembangan sektor keuangan, peran BI juga semakin luas dalam menjaga stabilitas sistem keuangan bersama pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, mengatakan keberhasilan menjaga stabilitas ekonomi nasional tidak dapat dilepaskan dari konsistensi Bank Indonesia dalam menjalankan mandatnya, terutama di tengah meningkatnya tantangan ekonomi global.

“Selamat memperingati Hari Bank Indonesia. Semoga Bank Indonesia terus menjadi lembaga yang kuat, profesional, terpercaya, dan adaptif dalam menjalankan amanah menjaga stabilitas moneter, memperkuat sistem keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Khairul, Minggu (5/7/2026).

Baca Juga :  Jasad Bocah 7 Tahun Ditemukan 10 Meter dari Lokasi Tenggelam 

Menurut Khairul, kebijakan moneter yang kredibel menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap sistem keuangan nasional. Stabilitas tersebut, kata dia, berkontribusi terhadap terciptanya iklim investasi yang kondusif serta mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah.

Ia juga menilai transformasi yang dilakukan Bank Indonesia dalam penguatan digitalisasi sistem pembayaran dan inovasi layanan keuangan menunjukkan kemampuan lembaga tersebut beradaptasi dengan perubahan ekonomi global yang berlangsung cepat.

Khairul menekankan bahwa tantangan ekonomi ke depan tidak dapat dihadapi oleh satu institusi saja. Karena itu, sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah, industri perbankan, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar sistem keuangan nasional tetap tangguh menghadapi berbagai gejolak.

Baca Juga :  Wabup Tanjabbar Buka Model Bisnis Mangrove Responsif Gender, Dorong Ekonomi Warga Pesisir Desa Tungkal I

Bagi Khairul, Hari Bank Indonesia bukan sekadar peringatan historis, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen menjaga integritas, profesionalisme, dan inovasi dalam membangun sistem keuangan yang sehat. Menurutnya, kepercayaan publik merupakan modal utama bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Semoga Bank Indonesia terus menjadi institusi yang mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Indonesia serta kesejahteraan masyarakat,” katanya.(*)