Jaringan Luas Jadi Modal Besar, Bank Jambi Dinilai Berpeluang Menjadi Penggerak Utama Ekonomi Daerah

JAMBILIFE.COM– Jaringan layanan yang tersebar hingga berbagai daerah dinilai menjadi modal strategis bagi Bank Jambi untuk memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi di Provinsi Jambi. Dengan dukungan transformasi digital dan pertumbuhan basis nasabah, bank milik pemerintah daerah itu disebut memiliki peluang besar membangun ekosistem ekonomi yang semakin kuat.

Penilaian tersebut disampaikan pengamat perbankan sekaligus dosen STIE Jambi, Laila Farhat, S.E., M.M. Menurutnya, posisi Bank Jambi sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) memberikan keunggulan tersendiri karena memiliki kedekatan dengan pemerintah daerah, pelaku UMKM, dunia usaha, hingga masyarakat di berbagai kabupaten dan kota.

Baca Juga :  Bupati Batang Hari Hadiri Apel Kamtibmas

“Potensi Bank Jambi tidak hanya terletak pada fungsi sebagai penghimpun dan penyalur dana, tetapi juga pada kekuatan jaringan yang mampu menghubungkan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah. Jika jaringan kantor dan layanan digital terus diperkuat, Bank Jambi berpeluang menjadi salah satu jaringan ekonomi terbesar di Provinsi Jambi,” ujarnya, Minggu (21/6/2026).

Laila menjelaskan, jaringan yang semakin luas akan mendorong peningkatan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), memperbesar porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA), menambah jumlah nasabah, sekaligus memperkuat kapasitas pembiayaan bagi sektor-sektor produktif.

Baca Juga :  Dermaga yang Baru Dua Tahun Dibangun Ambruk, Penggiat Sosial Tanjabbar Minta Aparat Bertindak

Sektor seperti UMKM, perkebunan, perdagangan, pertanian, hingga jasa dinilai akan menjadi penerima manfaat terbesar apabila kemampuan intermediasi Bank Jambi terus meningkat.

Selain ekspansi jaringan fisik, kata dia, penguatan layanan digital juga menjadi faktor penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Integrasi kantor cabang, mobile banking, sistem pembayaran digital, dan kemudahan bertransaksi diyakini mampu mempercepat inklusi keuangan hingga menjangkau wilayah yang lebih luas.

Meski demikian, Laila mengingatkan bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Prinsip kehati-hatian (prudential banking), manajemen risiko yang efektif, pengendalian rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL), serta pengelolaan likuiditas yang sehat tetap menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan kinerja Bank Jambi.

Baca Juga :  Wabup Tanjabbar Gelar Rakor Penanganan Jembatan Rusak di Desa Tanjung Benanak

“Jika mampu mengoptimalkan kekuatan jaringan, menghadirkan inovasi layanan, dan tetap menjaga kesehatan perbankan, Bank Jambi memiliki peluang besar menjadi pusat jaringan ekonomi daerah yang mampu mempercepat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing ekonomi Provinsi Jambi,” tutupnya.(*)