JAMBILIFE.COM,SAROLANGUN – Suasana cemas menyelimuti keluarga Dimas Ramadhoni (24), warga Desa Mandi Angin, Kabupaten Sarolangun, Jambi, yang dilaporkan hilang saat memancing di aliran Sungai Batang Tembesi. Hingga memasuki hari kedua pencarian, Senin (25/5/2026), Tim SAR Gabungan masih berjibaku menyisir sungai demi menemukan keberadaan korban yang diduga tenggelam.
Peristiwa itu bermula saat Dimas pergi memancing pada Jumat (22/5/2026). Namun hingga berjam-jam kemudian, ia tak kunjung pulang ke rumah. Keluarga bersama warga setempat langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi terakhir korban terlihat.
Di tepian sungai, warga hanya menemukan sepeda motor, telepon genggam, dan alas kaki milik korban yang tertinggal tanpa jejak keberadaan Dimas. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa korban jatuh dan tenggelam di aliran Sungai Batang Tembesi.
Pencarian awal sempat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat, namun hasilnya nihil. Informasi kemudian diteruskan ke pihak terkait hingga akhirnya BPBD Sarolangun melaporkan kejadian itu kepada Pos SAR Bungo pada Minggu siang (24/5/2026).
Merespons laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Bungo langsung bergerak menuju lokasi dengan menempuh perjalanan sekitar 205 kilometer untuk mempercepat penanganan operasi pencarian dan pertolongan.
Memasuki operasi hari kedua, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Pos SAR Bungo, BPBD Sarolangun, dan masyarakat setempat mulai bergerak sejak pukul 07.00 WIB dengan pola penyisiran yang diperluas berdasarkan Rencana Operasi (Renops).
Untuk mempercepat pencarian di tengah kondisi cuaca berawan, tim dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan LCR SAR MTA ke arah hilir sungai sejauh 3 kilometer. Sementara SRU 2 bergerak menggunakan LCR BPBD Sarolangun dengan jangkauan hingga 6 kilometer. Adapun SRU 3 melakukan penyisiran lebih jauh menggunakan LCR Pos SAR Bungo sejauh 9 kilometer ke arah hilir Sungai Batang Tembesi.
Sejumlah peralatan SAR turut diterjunkan dalam operasi tersebut, mulai dari Rescue Car, perahu karet, perlengkapan medis, alat komunikasi, hingga perangkat evakuasi lengkap guna mendukung proses pencarian korban.
Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Batang Tembesi. Seluruh unsur yang terlibat tetap mengedepankan koordinasi dan keselamatan selama operasi berlangsung demi menemukan korban secepat mungkin.(*)





