JAMBILIFE.COM – Adanya informasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan banyaknya kecelakaan yang merenggut nyawa akibat adanya pengerjaan peningkatan Jalan Nasional Lintas Jambi-Tungkal, yang saat ini masih dalam pekerjaan oleh PT Bangka Cakra Karya, BPJN, adalah informasi yang keliru.
Hal tersebut disampaikan Humas PT Bangka Cakra Karya, BPJN, Susanto. Menurutnya, apa yang saat ini beredar di media sosial selama Peningkatan Ruas Jalan Nasiaol Lintas Jambi-Tungkal bayak kecelakaan yang memakan korban jiwa, adalah ungkapan yang keliru.
“Yang beredar di media sosial itu adalah informasi yang keliru,” jelas Susanto, Senin (29/6/2026).
Seperti apa yang disampaikan Lurah Sukorejo, Abdi Siregar, bahwa dalam pekerjaan ada yang mengalami kecelakaan hingga meninggal, lalu saat dikonfirmasi Lurah Sukarejo tersebut tidak bisa menjelas lebih detil.
”Kita juga tidak menerima adanya laporan terkait kecelakaan tunggal di lintas pekerjaan tersebut. Jadi, kalau saya telaah hal tersebut sepeti mengada-ada. Kita juga sudah bekereja sesuai Standar Oprasional (SOP), bahkan kita juga sudah menambah rambu-rambu di jalan lintas yang saat ini dkerjakan,”.
“Kita berharap para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat melintas, terlebih saat turun hujan. Karena saat ini cuaca tidak menentu,” tambah Humas PT Bangka Cakra Karya.
Sementara itu, para pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat yang melintasi Peningkatan Ruas Jalan Nasional Lintas Jambi –Tungkal, dimana ada Pelebaran Jalan Muntialo Serdang, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” berterimakasih dengan adanya pelebaran jalan tersebut.
Menurut mereka selama ini Jalan Lintas Muntialo-Serdang terlalu kecil dan saat kendaraan berselisiahan bahkan sering bersenggolan, dan sering terjadi kecelakaan lalulintas.
”Selama ini ruas jalan Muntialo-Serdang sempit dan susah jika ada kendaraan yang berselisih. Jadi, kalau ada pelebaran jalan, tentunya sangat baik,” jelas Rudi, seorang sopir mobil.(s48)











