Kebakaran Toko Bangunan di Muara Tabir Terulang, Pos Damkar Tanpa Armada Kembali Disorot

JAMBILIFE.COM.TEBO, – Kebakaran kembali melanda wilayah Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo. Kali ini, sebuah toko bangunan di RT 09 Dusun Sungai Berdaro, Desa Bangko Pintas, dilalap api pada Kamis malam (15/1/2026). Api berkobar besar selama berjam-jam, sementara warga hanya bisa berupaya memadamkan secara manual akibat keterlambatan bantuan pemadam kebakaran.

Peristiwa tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, seorang warga terdengar menyuarakan kekecewaan terhadap kondisi pelayanan pemadam kebakaran di Muara Tabir.

“Pak camat, ini sepertinya jadi PR kita. Warga saya kebakaran, toko bangunan, apinya besar sekali. Posisi di Bangko Pintas, Dusun Sungai Berdaro,” ucap seorang perempuan dalam video tersebut.

Camat Muara Tabir, Jufri H.R, mengakui bahwa kebakaran yang terjadi di Bangko Pintas merupakan rangkaian dari kejadian serupa yang berulang dalam waktu berdekatan. Ia menyebut, kebakaran besar juga terjadi pada akhir 2025 di Desa Tambun Arang, dan kembali terulang di awal 2026.

Baca Juga :  232 Personel Polda Jambi Naik Pangkat

“Ini sudah berulang kali terjadi. Akhir tahun kemarin di Tambun Arang, awal tahun ini di Bangko Pintas, dan ini termasuk kebakaran besar. Kami mau berbuat apa,” ujar Jufri.

Ia menjelaskan, pos pemadam kebakaran di Muara Tabir sebenarnya sudah tersedia dan berada di samping kantor camat, namun hingga kini tidak dilengkapi armada mobil damkar. Kondisi tersebut membuat penanganan kebakaran sangat bergantung pada bantuan dari kecamatan lain.

“Pos damkar ada, tapi armada tidak ada. Waktu kejadian saya langsung berkoordinasi dengan Dinas Damkar, mobil langsung meluncur dari Tebo Ilir. Tapi jaraknya jauh, kondisi jalan juga tidak memungkinkan, sehingga perjalanan hampir dua jam,” jelasnya.

Baca Juga :  Hibah untuk Lembaga Adat Melayu Jambi

Menurut Jufri, keterlambatan ini hampir selalu berujung pada kerugian besar bagi warga.

“Kalau kejadian seperti ini, ya pasti habis. Bantuan terdekat hanya dari Tebo Ilir, sementara Kecamatan Tabir Timur juga belum punya damkar,” tambahnya.

Data yang disampaikan camat menunjukkan bahwa sepanjang Desember 2025 hingga Januari 2026, sedikitnya empat peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Muara Tabir, menandakan lemahnya sistem mitigasi dan respons darurat.

Keluhan serupa juga disampaikan warga setempat. Subianto, warga Desa Bangko Pintas, mengungkapkan bahwa api sudah membakar bangunan selama hampir dua jam sebelum bantuan tiba.

Baca Juga :  Diretas Hacker, Nasabah Ramai-ramai Tarik Uang di Bank 9 Jambi

“Sudah dua jam kebakaran di sini. Posko pemadam jauh sekali, kami jadi kebingungan,” ucapnya dengan nada kesal.

Ia menilai, tanpa keberadaan damkar yang dekat dan aktif, setiap kejadian kebakaran hampir pasti berakhir dengan kerusakan total.

“Kalau posko jauh, barang dan rumah pasti habis. Kami berharap pemerintah serius, damkar itu harus aktif di kecamatan kami. Posko yang ada sekarang tidak berjalan dan tidak ada fasilitas,”tegasnya.

Berulangnya peristiwa kebakaran besar di Muara Tabir kembali mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam menyediakan sarana pemadam kebakaran yang memadai, terutama di wilayah rawan dan jauh dari pusat kabupaten. Tanpa armada dan sistem respons cepat, kebakaran bukan lagi sekadar musibah, melainkan akibat dari kelalaian struktural yang terus dibiarkan.(*)