JAMBILIFE.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik di Kabupaten Muaro Jambi, hingga kini masih terjadi. Bahkan Minggu (23/8/2026) Kota Jambi yang notabene wilayahnya dikelilingi oleh Kabupaten Muaro Jambi, mulai terlihat asap pekat dan sempat mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha.
Hingga minggu malam, dari sejumlah akun sosial media seperti TikTok, melaporkan langsung kebakaran hutan yang terjadi di Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi.
Senin (24/8/2026) pagi, dari pantauan asap masih menyelimuti Kota Jambi. Dan, berdasarkan kualitas udara yang tercatat 135/23 dengan kategori Indeks Kualitas Udara (IKU) tidak sehat. Aktivitas sekolah di Kota Jambi masih berjalan seperti biasanya.
Berdasarkan data Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jambi, hingga Sabtu (23/8/2026), terdapat 141 titik panas dan total sepanjang Agustus 2026.
BMKG Stasiun Jambi mencatat adanya 141 titik panas di wilayah Provinsi Jambi pada Sabtu, 23 Agustus 2026 pukul 00:14 WIB.
Peta Sebaran Titik Panas yang dirilis di akun Instagram BMKG Jambi, terlihat sebaran titik panas cukup merata di sejumlah wilayah di Jambi.
Tak hanya data harian, data bulanan juga menunjukkan peningkatan signifikan. Sepanjang bulan Agustus 2026, total akumulasi titik panas di Provinsi Jambi mencapai 1627 titik.
Menurut keterangan BMKG, meningkatnya jumlah titik panas di Provinsi Jambi dipicu oleh fenomena El Niño. Fenomena ini menyebabkan pemanasan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur, yang berdampak pada perubahan pola iklim global.
“El Niño berdampak pada berkurangnya curah hujan dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan,” tulis keterangan dalam rilis tersebut.
Dengan tingginya jumlah titik panas ini, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah daerah dan pihak terkait juga diminta meningkatkan patroli serta sosialisasi larangan pembukaan lahan dengan cara membakar. (*)








