JAMBILIFE.COM– Di tengah persaingan ketat industri perbankan daerah, Bank Jambi tampil mencuri perhatian. Dengan kinerja yang terus menanjak, bank kebanggaan masyarakat Jambi ini sukses menyabet predikat “Bank Pembangunan Daerah dengan Kinerja Sangat Baik Tahun 2025” dalam ajang The Asian Post BUMD Awards 2026, Kamis (16/4/2026), di Alila Hotel, Solo.
Penghargaan bergengsi itu diserahkan langsung oleh Chairman Infobank Media Group, Eko B. Supriyanto, bersama Dewan Pakar Sigit Pramono kepada Pemimpin Divisi Kredit Produktif Bank Jambi, Ade Yuniawan—menjadi simbol pengakuan atas konsistensi dan ketahanan kinerja bank daerah ini.
Namun, di balik trofi tersebut, tersimpan cerita tentang strategi dan disiplin finansial. Hingga kuartal III 2025, Bank Jambi membukukan laba bersih Rp272,14 miliar, meningkat dari Rp262,79 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan tren pertumbuhan yang tidak sekadar stabil, tetapi juga berkelanjutan.
Mesin utama pertumbuhan itu datang dari sektor bunga. Pendapatan bunga tercatat naik 2,30% menjadi Rp1,32 triliun, sementara beban bunga justru berhasil ditekan 2,31%. Efisiensi ini menjadi kunci, mendorong pendapatan bunga bersih melesat 8,43% hingga menyentuh Rp602,87 miliar—indikasi kuat struktur bisnis yang semakin sehat.
Di sektor intermediasi, Bank Jambi tetap agresif namun terukur. Penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp9,90 triliun, tumbuh 2,20% secara tahunan. Meski rasio kredit bermasalah (NPL) naik ke 2,22%, angka tersebut masih jauh di bawah ambang batas regulator 5%, menandakan kualitas aset tetap terjaga.
Aset Melonjak, Likuiditas Kian Lapang
Tak hanya unggul dari sisi laba, Bank Jambi juga menunjukkan taringnya dalam menghimpun dana masyarakat. Dana pihak ketiga (DPK) melonjak 19,28% menjadi Rp10,84 triliun—jauh melampaui rata-rata industri nasional.
Lonjakan ini menjadi bahan bakar pertumbuhan aset yang ikut terdongkrak 20,43% menjadi Rp15,15 triliun, dari sebelumnya Rp12,58 triliun. Sementara itu, rasio LDR turun ke 91,36%, mencerminkan likuiditas yang semakin longgar dan ruang ekspansi yang lebih sehat.
Meski rasio profitabilitas seperti ROA dan ROE mengalami tekanan, fondasi likuiditas yang kuat memberi ruang bagi Bank Jambi untuk memperbaiki kualitas pertumbuhan ke depan.
Capaian ini menegaskan satu hal: Bank Jambi bukan sekadar bertahan di tengah dinamika industri, tetapi mampu melaju dengan arah yang jelas. Dengan kinerja yang terus menguat dan strategi yang terukur, penghargaan ini menjadi bukti bahwa Bank Jambi layak diperhitungkan sebagai salah satu BUMD dengan performa terbaik di level nasional.(*)





