Langkah Kecil Menuju Panggung Dunia

JAMBILIFE.COM,TEBO-Satu nama dari Kabupaten Tebo kini tengah menanti hasil penentuan penting: Qaisara Aqeela, siswi SMPN 05 Tebo, berhasil menembus seleksi Pramuka Penggalang Garuda untuk Jambore Dunia 2027 di Polandia.

Seleksi tingkat daerah yang digelar di Kwartir Daerah (Kwarda) Jambi pada 24–25 April 2026 itu menjadi pintu awal menuju ajang internasional. Dari total enam peserta—terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki asal Tebo, Merangin, dan Kota Jambi—hanya dua orang yang akan dipilih. Satu putra dan satu putri akan mewakili Provinsi Jambi ke Jambore Dunia ke-26.

Baca Juga :  200 Buruh PT Lestari Asri Jaya Mogok Kerja, Tuntut Hak yang Dinilai Terpangkas

Kepala SMPN 05 Tebo, Yusri, tak menutupi rasa bangganya. Menurutnya, capaian Qaisara bukan hasil instan, melainkan buah dari proses panjang dan berjenjang.

“Alhamdulillah, kami sangat bangga. Tidak mudah sampai di tahap ini. Qaisara sudah melalui berbagai seleksi sebelumnya hingga akhirnya bisa mewakili Tebo di tingkat provinsi,” ujarnya.

Ia menegaskan, terpilih atau tidaknya nanti, pengalaman ini tetap menjadi modal berharga bagi siswinya. Lebih dari sekadar kompetisi, proses seleksi dinilai sebagai ruang pembelajaran untuk membentuk mental, keterampilan, dan jiwa kepemimpinan.

Baca Juga :  Modus “Temu Emas” Kembali Makan Korban, Polsek Jambi Timur Tangkap Dua Pelaku Penipuan

“Kami berharap pengalaman ini bisa menjadi bekal, bukan hanya untuk dirinya, tapi juga ditularkan kepada teman-temannya di sekolah. Ini penting agar semakin banyak siswa kami mampu bersaing di level provinsi bahkan nasional,” tambah Yusri.

Di sisi lain, Qaisara Aqeela mengaku bahagia sekaligus penuh harap menanti hasil seleksi. Kesempatan mewakili daerah di tingkat provinsi saja sudah menjadi kebanggaan tersendiri baginya.

“Saya sangat senang bisa sampai di tahap ini. Semoga bisa lolos ke Jambore Dunia,” ucapnya.

Baca Juga :  Korban Tenggelam di Sungai Batang Masumai Merangin, Ditemukan Dihari Ketiga Sejauh 50 Km 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para guru dan pembina pramuka yang telah mendampingi dan membimbingnya hingga sejauh ini.

“Terima kasih kepada bapak-ibu guru dan kakak-kakak pembina, khususnya di Kecamatan Tebo Ilir dan SMPN 05 Tebo. Berkat bimbingan mereka, saya bisa mengikuti seleksi ini,” tutup Qaisara.

Kini, harapan itu menggantung di satu titik: hasil seleksi. Jika lolos, Qaisara tak hanya membawa nama sekolah atau daerah, tetapi juga semangat generasi muda Tebo menuju panggung dunia.(*)