Longsor Tambang Ilegal di Sarolangun Tewaskan 8 Orang, Polisi Masih Sisir Lokasi

JAMBILIFE.COM,– Bencana tanah longsor kembali merenggut nyawa. Sebanyak 8 orang dilaporkan meninggal dunia akibat longsor yang terjadi di lokasi penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Sarolangun, Jambi, Selasa (20/1/2026).

Polda Jambi bersama TNI dan unsur terkait berhasil mengevakuasi seluruh korban meninggal dari lokasi kejadian. Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, menyampaikan bahwa jenazah para korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Personel gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi longsor guna memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun material,” ujar Erlan.

Baca Juga :  Hadiri Musda PERBASI Jambi 2026, Sekda Sudirman Tekankan Pembinaan Basket Berkelanjutan

Peristiwa nahas tersebut terjadi di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, sekitar pukul 17.00 WIB. Longsor diduga kuat dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan struktur tanah menjadi labil hingga runtuh dan menimbun para pekerja tambang ilegal.

Delapan korban meninggal dunia masing-masing berinisial K, T, SL, AA, O, SR, K, serta seorang anak buah Sdr I, Selain korban tewas, empat orang lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Sebanyak 123 personel tim gabungan diterjunkan dalam operasi pencarian dan evakuasi. Hingga saat ini, aparat masih melakukan pemantauan di lokasi serta  penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian dan dugaan pelanggaran hukum terkait aktivitas PETI tersebut.(*)

Baca Juga :  Buka Puasa Bersama Pemkot Jambi, Wali Kota Maulana: Insan Pers Mitra Strategis Mengawal Pembangunan