JAMBILIFE.COM— Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG, mendorong pengenalan coding dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di pendidikan anak usia dini dilakukan melalui permainan. Menurut dia, teknologi bukan tujuan utama, melainkan sarana untuk membangun kemampuan berpikir anak.
Pernyataan itu disampaikan Nadiyah saat membuka Workshop Pendidik PAUD Kota Jambi bertema “Menyiapkan Generasi Alpha yang Bernalar Kritis Lewat Pembelajaran Coding dan AI Berbasis Permainan” di Aula Karunia Global School, Kamis, 27 Agustus 2026.

Sebanyak 335 peserta mengikuti workshop tersebut. Mereka terdiri atas kepala sekolah, pengelola, dan tenaga pendidik PAUD se-Kota Jambi.
Nadiyah mengatakan anak usia dini tidak perlu diarahkan menjadi ahli teknologi. Yang lebih penting, kata dia, adalah membangun kemampuan bernalar, memecahkan masalah, berkreasi, dan bekerja sama.
“Pembelajaran coding dan AI pada anak usia dini bukan berarti memaksa anak menjadi ahli teknologi. Yang terpenting adalah bagaimana mereka belajar berpikir, memecahkan masalah, berkreasi, dan bekerja sama melalui permainan,” ujar Nadiyah.
Ia menilai perkembangan teknologi telah mengubah karakter pembelajar Generasi Alpha. Kondisi itu menuntut pendidik beradaptasi, tetapi tidak dengan meninggalkan prinsip dasar pendidikan anak usia dini.

Menurut Nadiyah, permainan dan eksplorasi tetap menjadi pendekatan penting. Teknologi harus ditempatkan sebagai bagian dari pengalaman belajar, bukan menggantikan interaksi anak dengan guru dan lingkungannya.
Ia berharap workshop tersebut memberi pendidik cara baru untuk menyusun pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi sekaligus tetap sesuai dengan usia anak.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi yang diwakili Kepala Bidang PAUD, Husna Marliana, mengatakan perubahan teknologi membuat pola pembelajaran tidak bisa berjalan dengan cara lama.
“Karena itu, kebijakan kurikulum dan pembelajaran tidak boleh stagnan. Kegiatan workshop ini merupakan langkah taktis Dinas Pendidikan Kota Jambi dalam merespons tantangan zaman,” kata Husna.
Husna mengatakan literasi digital bagi guru harus berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap perkembangan anak. Pengenalan *coding* dan AI di PAUD, kata dia, tidak boleh identik dengan penggunaan gawai secara berlebihan.
“Materi coding dan AI yang kita dorong difokuskan pada penguatan anak berpikir logis, mengenali pola, memecahkan masalah (problem solving), dan berkreasi,” ujarnya.
Karena itu, pembelajaran diarahkan menggunakan pendekatan play-based learning. Guru dapat memanfaatkan alat permainan edukatif, simulasi aktivitas hingga media interaktif yang ramah anak.
Husna meminta kepala satuan PAUD memberi kesempatan kepada guru menerapkan hasil workshop di ruang kelas. Dinas Pendidikan Kota Jambi juga berkomitmen melanjutkan program peningkatan kapasitas pendidik.
Workshop menghadirkan narasumber dari Direktorat PAUD, Dra. Mareta Wahyuni, M.Pd., dan Erlangga, Dadan Irsyada, M.Pd. Kegiatan itu juga dihadiri Manager Penerbit Erlangga Jambi Junaidi dan Pimpinan Karunia Global School Lius Iman Santoso.
Turut hadir Ketua IGTKI Provinsi Jambi Jamilah, Ketua HIMPAUDI Provinsi Jambi Tuti, Ketua IGTKI Kota Jambi Fatimah, Ketua HIMPAUDI Kota Jambi Meivinaur Sanghda, serta pengurus IGTKI dan HIMPAUDI tingkat kecamatan.
Melalui workshop tersebut, Dinas Pendidikan Kota Jambi berharap pengenalan coding dan AI tidak berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi. Sasaran akhirnya adalah membentuk anak yang mampu berpikir kritis, kreatif, memecahkan masalah, dan beradaptasi dengan perubahan.(wir)





