Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Kamtibmas Jambi Tetap Kondusif Meski Kejahatan dan Laka Lantas Meningkat

JAMBILIFE.COM– Pelaksanaan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026 oleh Polda Jambi resmi berakhir pada 25 Maret 2026. Secara umum, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah terjaga aman dan kondusif, meski terjadi peningkatan pada sejumlah indikator gangguan.

Operasi yang berlangsung sejak 13 hingga 25 Maret 2026 itu melibatkan 170 personel gabungan, dengan fokus pada pengamanan arus mudik, arus balik, serta aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Lebaran.

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi, tercatat 155 kasus gangguan kamtibmas selama operasi berlangsung. Rinciannya meliputi 151 kasus kejahatan, satu kasus bencana, dan tiga gangguan lainnya.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan, jika dibandingkan tahun 2025, angka kejahatan mengalami kenaikan sebanyak 20 kasus dari sebelumnya 131 kasus.

Baca Juga :  Doa Bersama Sambut 1 Muharram, Bupati Fadhil Ingatkan Pentingnya Introspeksi Diri

“Peningkatan ini masih dalam batas yang dapat dikendalikan, seiring tingginya mobilitas masyarakat selama momentum Lebaran,” ujar Erlan.

Ia menambahkan, selama operasi tidak ditemukan aksi unjuk rasa (nihil), dan hanya terdapat satu kasus menonjol. Hal ini menunjukkan kondisi sosial masyarakat relatif stabil.

Di sektor lalu lintas, jumlah pelanggaran justru mengalami penurunan signifikan. Pada 2026 tercatat 78 teguran dan 63 tilang melalui sistem ETLE, dengan total 141 pelanggaran. Angka ini turun drastis dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 1.588 pelanggaran.

“Penurunan ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta efektivitas pengawasan petugas,” jelasnya.

Baca Juga :  Longsor Putus Kelancaran Jalur Kerinci–Bangko, Polisi Berlakukan Sistem Buka Tutup

Namun demikian, jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami peningkatan. Tercatat 38 kejadian atau naik 18 kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, korban meninggal dunia menurun dari 10 orang menjadi 2 orang. Selain itu, terdapat 6 korban luka berat dan 56 luka ringan.

Kerugian materiil akibat kecelakaan pada 2026 tercatat sebesar Rp133,6 juta, menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Erlan, meningkatnya angka kecelakaan dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat, terutama penggunaan kendaraan pribadi selama arus mudik dan balik Lebaran.

Secara nasional, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 mencapai 143,92 juta orang. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya kepadatan lalu lintas serta potensi gangguan kamtibmas, seperti pencurian rumah kosong, penipuan, hingga penyalahgunaan narkoba.

Dalam evaluasi akhir, Polda Jambi menekankan pentingnya langkah lanjutan pasca operasi, seperti pemetaan daerah rawan kriminalitas dan terorisme, peningkatan patroli dan deteksi dini, sosialisasi kepada masyarakat, pelibatan aktif Bhabinkamtibmas, serta penguatan koordinasi lintas instansi.

Baca Juga :  Bupati Batang Hari Dorong ASN Tingkatkan Semangat Kerja Melalui Pendekatan Spiritual

Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada, terutama saat meninggalkan rumah, serta meningkatkan disiplin dalam berlalu lintas.

Secara keseluruhan, Operasi Ketupat 2026 di wilayah hukum Polda Jambi dinilai berjalan sukses, aman, dan terkendali. Meski terdapat peningkatan pada angka kejahatan dan kecelakaan, kondisi umum tetap kondusif tanpa konflik sosial maupun aksi unjuk rasa.

“Ke depan, sinergi antara aparat dan masyarakat harus terus diperkuat sebagai kunci menjaga kamtibmas yang aman dan nyaman, tidak hanya saat Lebaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.(*)