JAMBILIFE.COM – Pemerintah Kabupaten Batang Hari menyiapkan langkah terpadu untuk mencegah aktivitas geng motor yang berpotensi mengarah pada tindak kriminal.
Upaya tersebut akan melibatkan kepolisian, Dinas Pendidikan, pihak sekolah, hingga orang tua dalam pembinaan terhadap para remaja.
Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief di Muara Bulian, Rabu, mengatakan dalam waktu dekat pemerintah daerah akan menggelar rapat koordinasi guna menyusun rencana aksi bersama sebagai langkah pencegahan.
“Penanganan persoalan geng motor tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus dengan pembinaan karakter dan penyediaan ruang positif bagi generasi muda,”katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap minat otomotif remaja, Pemkab Batang Hari akan memfasilitasi penyelenggaraan event otomotif resmi sebanyak dua hingga tiga kali dalam setahun.
Selain itu, untuk lintasan di depan KONI Batang Hari juga akan dimanfaatkan sebagai tempat latihan bagi pecinta road race agar dapat menyalurkan hobinya secara aman dan sesuai aturan.
Selain itu, Fadhil Arief menjelaskan remaja pada dasarnya membutuhkan komunitas dan teman sebaya. Oleh karena itu, pemerintah ingin mengarahkan mereka untuk bergabung dalam komunitas yang memberikan dampak positif bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
Sementara itu, Ia menegaskan bahwa geng motor tidak selalu identik dengan balap liar ataupun tindakan kriminal. Banyak kelompok bermotor yang hanya menjadikan motor sebagai sarana berkumpul dan bersosialisasi.
“Namun, untuk persoalan muncul ketika aktivitas itu berkembang menjadi aksi yang melanggar hukum,”ujarnya.
Pemkab Batang Hari menilai pembentukan karakter serta edukasi mengenai cara berinteraksi, berkumpul, dan menyalurkan hobi secara positif menjadi kunci utama dalam mencegah kenakalan remaja.
Dengan demikian Bupati Batang Hari juga berharap sekolah dan orang tua dapat berperan aktif dalam mengawasi serta mengarahkan pergaulan anak-anak agar terhindar dari pengaruh negatif yang berpotensi mengarah pada tindak kriminal.(*)











