JAMBILIFE.COM, – Sejumlah pengemudi truk yang biasa beristirahat dan memarkir kendaraan di tempat cucian mobil Selincah, tak jauh dari SPBU 24.361.09 Selincah, mengaku keberatan dan menyesalkan tuduhan yang menyebut mereka sebagai pelangsir BBM subsidi.
“Kami terkejut ada pihak yang mengatakan kami pelangsir. Padahal kami ini pemilik mobil yang sudah mendapat stiker resmi dari Pemkot Jambi dan memang diperbolehkan mengisi BBM di SPBU,” kata Andi, Jumat (5/12/2025).
Andi menjelaskan, dirinya memang sering memarkirkan truk usai mencuci kendaraan dan kemudian minum kopi di kantin belakang cucian.
“Saya kaget tiba-tiba dibilang pelangsir. Memang biasa isi BBM di SPBU itu, tapi kami punya stiker resmi dari Pemkot Jambi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wahid, pengemudi truk lainnya. Ia menegaskan bahwa selain rutin mencuci kendaraan di lokasi tersebut, ia juga memiliki stiker resmi yang menunjukkan izin mengisi BBM di SPBU.
Menurut Wahid, alasan para sopir sering berada di area cucian sebelum mengisi BBM adalah untuk mengurai antrean dan mencegah kemacetan di sekitar SPBU.
“Sebelum ngisi BBM, kami lihat dulu kondisi SPBU. Kalau lagi ramai, saya pilih ngopi dulu di cucian. Ini supaya antrean tidak menumpuk dan tidak mengganggu pengguna jalan lain,” jelasnya.(*)





