Razia PETI Bungo Nyaris Ricuh: Ibu-Ibu Hadang Aparat, Evakuasi Excavator Tertahan 10 Jam

JAMBILIFE.COM,BUNGO– Penertiban aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Dusun Sungai Telang, Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo, berubah menjadi drama lapangan yang menegangkan. Operasi yang digelar Polres Bungo, Kamis (30/4/2026), nyaris berujung benturan antara warga dan aparat.

Situasi memanas saat petugas berupaya mengevakuasi satu unit excavator yang telah diamankan sejak siang hari. Di luar dugaan, puluhan warga didominasi kaum ibu mendadak memadati lokasi dan memblokade akses jalan, menghentikan total proses pemindahan alat berat ke mobil trado.

Baca Juga :  Patroli Skala Besar Digelar, Kapolda Jambi Tekankan Kesiapsiagaan Personel Jaga Kamtibmas

Ketegangan tak terelakkan. Dari siang hingga malam, aparat dipaksa bertahan di tengah tekanan massa yang terus meningkat. Evakuasi yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB praktis tersendat dan baru bisa dituntaskan menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.00 WIB.

Di titik kritis itulah, strategi berubah. Penambahan personel, khususnya kehadiran Polisi Wanita (Polwan), menjadi kunci meredakan situasi. Dengan pendekatan persuasif dan komunikasi yang lebih humanis, suasana yang sempat memanas perlahan mencair.

“Evakuasi alat berat berhasil dilaksanakan setelah penambahan kekuatan personel, termasuk Polwan yang membantu pendekatan persuasif kepada masyarakat,” ujar pihak kepolisian.

Baca Juga :  Menang Telak, Pelantikan Kades PAW Muara Kilis Masih Menunggu Proses Administrasi

Pendekatan dialogis ini terbukti efektif meredam potensi konflik terbuka yang bisa saja pecah di tengah masyarakat.

Kapolres Bungo, AKBP Zamri Elfino, menegaskan bahwa operasi penertiban PETI akan terus digencarkan tanpa kompromi. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar penegakan hukum, tetapi juga upaya menyelamatkan lingkungan dari kerusakan akibat tambang ilegal.

“Penindakan PETI akan terus kami lakukan secara berkelanjutan. Namun, pendekatan humanis tetap kami kedepankan agar situasi kamtibmas tetap kondusif,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa aktivitas PETI tidak hanya melanggar hukum, tetapi menyimpan ancaman serius bagi kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Baca Juga :  Wabup Katamso Sambut Kunker Anggota DPR RI di Tanjab Barat

Kini, setelah melalui proses panjang dan penuh ketegangan, alat berat tersebut berhasil diamankan dan akan diproses sesuai ketentuan hukum.

Peristiwa ini menjadi sinyal kuat: aparat tidak akan mundur dalam memberantas tambang ilegal, meski harus berhadapan dengan situasi paling rawan sekalipun.(*)