JAMBILIFE.COM – Tempat penampungan sampah sementara (TPS) di Kebun Daging, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, ditutup warga setempat.
Hal itu dikarenakan, sampah-sampah yang menumpuk dan menimbulkan aroma tak sedap. Kiri kanan badan jalan terlihat sampah menggunung dan tidak diambil petugas.
Sebuah kayu pun dipasang melintang menutupi akses jalan warga yang hendak menuju ke pemukiman atau perumahan yang ada di dalam.
Ketua RT 10 Kelurahan Mayang Mangurai, Akbar mengatakan, penutupan TPS tersebut dilakukan setelah ada kesepakatan bersama. Menurutnya, ada sejumlah rukun tetangga (RT) yang tigggal di sekitar lokasi TPS. Yaitu di antaranya RT 8, 10, 11, 12 dan sejumlah RT lain.
Bahkan kata Akbar, bukan hanya warga sekitar yang membuang sampah di TPS tersebut, tapi warga lain yang melintas sering membuang sampah di TPS itu.
“Sebelumnya kami sudah ada pertemuan di kantor lurah, dan dari DLH juga sudah konfirmasi. Tapi, alasan mereka armada untuk mengangkut sampah tidak memadai. Makanya, kita tutup dulu TPS ini,” bilang Akbar.
“Bagi warga yang rumahnya di perumahan dan ingin ke pemakaman umum, bisa melewati akses jalan perumahan di sebelah sana. Karena jalan ini kita tutup dulu sampai ada penyelesaiannya,” tambahnya.
Sementara itu, warga yang tinggal di dekat lokasi TPS, mengaku sangat terganggu dengan aroma tak sedap yang muncul dari sampah-sampah menggunung yang tidak diambil petugas.
“Kalau bisa TPS ini ditutup permanen saja. Kalau sudah begini, rumah saya yang paling dekat dari TPS sangat terganggu. Apalagi kalau sudah hujan, air yang mengalir dari tumpukan sampah sangat bau sekali,” bilang warga tersebut.(zna)











