JAMBILIFE.COM– Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Wali Kota Maulana dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha menapaki tahun pertama pemerintahan dengan satu kata kunci: fondasi.
Mengusung visi Kota Perdagangan dan Jasa yang Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera (BAHAGIA), duet Maulana–Diza berupaya memastikan setiap kebijakan tak sekadar berjalan, tetapi berdampak langsung bagi masyarakat.
Dilantik pada 20 Februari 2025, hampir satu tahun kepemimpinan mereka diwarnai berbagai keterbatasan fiskal, tuntutan layanan publik yang kian tinggi, serta tantangan ekonomi global. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah Pemkot Jambi untuk menata arah pembangunan yang selaras dengan visi besar Pemerintah Pusat.
** 11 Program Unggulan, Dari Layanan Dasar hingga Ekonomi Rakyat
Pada tahun pertama, Pemkot Jambi mengonsolidasikan pembangunan melalui 11 Program Unggulan Kota Jambi Bahagia, yang menjadi tulang punggung kebijakan daerah.
Program Kartu Bahagia misalnya, menghadirkan bantuan sosial terintegrasi berbasis verifikasi. Sepanjang 2025, Pemkot Jambi berhasil mencapai Universal Health Coverage (UHC) 100 persen dengan penambahan 49.212 kuota BPJS bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Lebih dari 111 ribu warga menerima layanan cek kesehatan gratis, disertai perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi ribuan pekerja rentan, ketua RT, PHL, dan petugas syara’. Di sektor pendidikan, 2.070 siswa SD dan SMP menerima beasiswa.
Di bidang peningkatan kualitas SDM, program BALIKAT (Balai Latihan Kerja Tematik) menjangkau lebih dari 2.000 peserta, dilengkapi job fair dengan 13 ribu lowongan kerja, pelatihan kewirausahaan, digital marketing, hingga peluang magang luar negeri.
Sementara itu, melalui BANK HARKAT, Pemkot Jambi menyiapkan pembiayaan kredit berbunga rendah senilai Rp111,4 miliar bagi 881 UMKM, disertai bantuan peralatan usaha dengan nilai lebih dari Rp5 miliar.
**Ruang Anak Muda, RT Berdaya, dan Lansia Terperhatikan
Komitmen pada generasi muda diwujudkan melalui RUMEL (Ruang Milenial), dengan hadirnya ruang publik kreatif seperti di Terminal Rawasari dan Banjuran Budayo. Beragam festival ekonomi kreatif digelar, didukung akses internet gratis termasuk di rumah ibadah.
Di tingkat akar rumput, program Kampung Bahagia mulai diimplementasikan melalui pilot project di 67 RT, mencakup 212 kegiatan fisik dan 439 kegiatan nonfisik, dengan capaian output per RT mencapai 125–200 persen.
Perhatian pada kelompok rentan diwujudkan lewat Lansia Bahagia, mulai dari bantuan makanan, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan jenguk lansia, hingga pengembangan Puskesmas Santun Lansia dan program Sekolah Lansia.
** Infrastruktur, Lingkungan, dan Kota Tangguh
Melalui program Kota Tangguh, Pemkot Jambi fokus pada penataan infrastruktur dan pengendalian banjir. Sepanjang 2025, dilakukan rekonstruksi 22 ruas jalan, rehabilitasi 49 ruas jalan kota, pembangunan 388 jalan lingkungan, normalisasi sungai dan drainase, hingga pembebasan lahan kolam retensi.
Di sektor lingkungan, Pemkot Jambi menyalurkan 68 unit gerobak motor sampah, menjalin kerja sama pengelolaan sampah terpadu di TPA, serta memulai pengadaan armada angkutan sampah listrik. Upaya transportasi ramah lingkungan juga ditandai dengan rintisan angkutan umum berbasis baterai (bus listrik).
Kawasan strategis kota, seperti Jalan Orang Kayo Pingai, ditata ulang, disertai rencana pembangunan Diorama Sejarah Kota Jambi, Aviari Hutan Kota M Sabki, dan gedung parkir terpadu.
** Budaya, Birokrasi, dan Layanan Darurat
Program Bahagia Berbudaya menguatkan identitas Kota Jambi melalui festival budaya Melayu Tanah Pilih dan berbagai event lintas etnis, sekaligus mendorong sport tourism dan kehidupan masyarakat yang religius dan toleran.
Di internal pemerintahan, program APEL KOTA dan BALAP mendorong penguatan ASN dan pelayanan bebas pungli. Ribuan tenaga honorer diangkat menjadi PPPK, disertai penerbitan regulasi untuk tata kelola pemerintahan yang bersih.
Sementara itu, Call Center Bahagia (112) menjadi garda terdepan layanan darurat, dengan 6.152 panggilan sepanjang 2025 dan tingkat penyelesaian mencapai 97,15 persen.
** Tantangan 2026 dan Arah Kebijakan
Sepanjang 2025, Pemkot Jambi mencatat 37 penghargaan, terdiri dari 23 tingkat provinsi, 13 nasional, dan 1 internasional. Namun, Maulana–Diza menegaskan bahwa capaian tersebut bukan garis akhir.
Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Pemkot Jambi memetakan tantangan utama: keterbatasan keuangan daerah, peningkatan kualitas layanan publik, kebutuhan lapangan kerja, partisipasi masyarakat, hingga isu perubahan iklim.
Untuk 2026, Pemkot Jambi menargetkan sejumlah indikator strategis, antara lain IPM 82,45, pertumbuhan ekonomi 5,75 persen*, penurunan kemiskinan hingga 7 persen, inflasi terkendali, investasi Rp2 triliun, serta penurunan stunting menjadi 8,75 persen.
Ke depan, fokus diarahkan pada kolaborasi lintas sektor, optimalisasi pembiayaan non-APBD, penguatan SDM aparatur berbasis teknologi, serta percepatan program prioritas nasional seperti ketahanan pangan, hilirisasi, penanganan sampah, dan pengentasan kemiskinan.
Dengan fondasi yang telah diletakkan di tahun pertama, Pemkot Jambi berharap setiap program dan belanja daerah dapat memberi efek berganda bagi perekonomian dan kesejahteraan warga, menuju cita-cita besar: Kota Jambi Bahagia. (*)





