JAMBILIFE.COM, PIJOAN – Atmosfer penuh semangat dan euforia mewarnai penutupan Liga 4 Regional Jambi yang digelar di Stadion Swarna Bhumi, Minggu (19/04/2026) sore. Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan langkah nyata membangun masa depan sepak bola daerah.
Menurut Al Haris, pemilihan Stadion Swarna Bhumi sebagai venue bukan tanpa alasan. Stadion yang dibangun melalui skema multiyears APBD itu diharapkan menjadi pusat aktivitas positif sekaligus wadah lahirnya talenta-talenta unggul dari Jambi.
“Liga ini kita hadirkan agar pemain merasakan atmosfer pertandingan di lapangan berkualitas. Harapannya, sepak bola Jambi bisa bicara lebih jauh di tingkat nasional,” ujarnya.
Partai final mempertemukan Persikoja Kota Jambi melawan Persebri Batang Hari dalam laga yang berlangsung panas sejak peluit awal. Kedua tim tampil terbuka dan saling menekan. Babak pertama ditutup dengan skor imbang 1-1, diiringi gemuruh dukungan ribuan suporter yang memadati stadion.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan semakin meningkat. Jual beli serangan tak terhindarkan hingga skor kembali imbang 3-3 di waktu normal. Drama pun berlanjut ke babak adu penalti yang menegangkan. Dalam momen penentuan itu, Persebri Batang Hari tampil lebih tenang dan keluar sebagai pemenang dengan skor 5-3.
Kemenangan ini mengantarkan Persebri sebagai wakil Jambi di putaran nasional Liga 4.
Gubernur Al Haris turut mengapresiasi kualitas lapangan Stadion Swarna Bhumi yang dinilainya mampu menunjang performa maksimal para pemain. Kondisi rumput yang terawat dan permukaan lapangan yang rata menjadi nilai plus dalam menghadirkan pertandingan berkualitas.
“Kalau fasilitasnya baik, prestasi juga akan mengikuti. Ini yang terus kita dorong—peningkatan sarana agar atlet kita bisa bersaing,” tegasnya.
Ia pun berharap Persebri mampu menjaga semangat juang saat tampil di level nasional dan membawa nama baik Jambi.
“Kita semua mendoakan yang terbaik. Pemerintah akan terus hadir mendukung pembinaan olahraga, agar prestasi Jambi semakin bersinar,” tutupnya.
Penutupan Liga 4 ini juga dihadiri sejumlah pejabat daerah, tokoh sepak bola, serta ribuan masyarakat yang turut larut dalam semarak kebersamaan—menjadi bukti bahwa sepak bola tetap menjadi pemersatu dan kebanggaan masyarakat Jambi. (*)





