Viral Kisah Lansia Sebatang Kara, Abu Tani Akhirnya Ditangani Tim Medis Dinkes Kerinci

JAMBILIFE.COM,– Kisah pilu Abu Tani (77), seorang lansia sebatang kara asal Desa Sungai Abu, Kabupaten Kerinci, akhirnya mendapat perhatian serius setelah viral di berbagai media. Pria renta yang hidup tanpa keluarga dan penghasilan itu kini mulai merasakan uluran tangan pemerintah, meski harapan akan bantuan menyeluruh masih dinanti.

Merespons pemberitaan yang menyentuh nurani publik, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kerinci langsung menurunkan tim medis dari Puskesmas Sungai Tutung untuk memeriksa kondisi kesehatan Abu Tani yang selama ini hanya terbaring lemah di rumahnya yang tak layak huni.

Dalam kunjungan tersebut, petugas kesehatan melakukan pemeriksaan menyeluruh, memantau kondisi fisik, serta memberikan penanganan medis awal sesuai kebutuhan lansia. Kehadiran tim medis menjadi secercah harapan di tengah keterbatasan hidup Abu Tani yang selama ini luput dari perhatian.

Baca Juga :  Jubir Pemprov Jambi Tegaskan Surat Terbuka soal Pengeroyokan Guru Bukan dari Gubernur

Kepala Desa Sungai Abu, Antoni Rozi, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas langkah cepat Dinkes Kerinci. Ia mengaku perhatian tersebut sangat berarti, tidak hanya bagi Abu Tani, tetapi juga bagi masyarakat desa yang selama ini prihatin dengan kondisi warganya itu.

“Alhamdulillah, setelah viral di media, Dinkes Kerinci melalui Puskesmas Sungai Tutung langsung turun tangan memeriksa kondisi kesehatan Abu Tani. Ini bentuk kepedulian yang sangat kami apresiasi,” ujar Antoni, Jumat (9/1/2026).

Baca Juga :  Bupati Muaro Jambi, BBS Hadiri Reses Komisi II DPR RI

Meski demikian, Antoni menegaskan bahwa penanganan kesehatan saja belum cukup. Abu Tani masih sangat membutuhkan bantuan lanjutan, terutama dari Dinas Sosial, agar statusnya sebagai penerima bantuan sosial dapat dipulihkan. Selain itu, dukungan lintas sektor dan kepedulian para dermawan sangat dibutuhkan untuk menjamin kelangsungan hidupnya.

Saat ini, Abu Tani masih hidup dalam keterbatasan ekstrem. Ia membutuhkan kebutuhan dasar seperti kasur, selimut, pakaian layak, makanan, serta fasilitas WC yang memadai. Kondisi fisik yang lemah dan rumah yang nyaris tak layak membuatnya sepenuhnya bergantung pada bantuan pihak lain.

Baca Juga :  Buka Puasa Bersama Pemkot Jambi, Wali Kota Maulana: Insan Pers Mitra Strategis Mengawal Pembangunan

Untuk sementara, pemerintah desa hanya mampu mengalokasikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa sebagai bantuan darurat. Namun pihak desa berharap kasus Abu Tani mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah agar penanganan tidak bersifat sementara, melainkan berkelanjutan.

Kisah Abu Tani kembali menjadi pengingat bahwa masih ada warga yang luput dari jaring pengaman sosial. Peran media terbukti menjadi jembatan suara masyarakat kecil, membuka mata banyak pihak terhadap persoalan kemanusiaan yang tersembunyi. Kini, warga Desa Sungai Abu berharap bantuan sosial segera menyusul, agar Abu Tani benar-benar merasakan kehadiran negara di sisa usianya.(*)