Wakapolda Jambi Turun ke Aspal, Duduk Bareng Mahasiswa Pesan Tegas: Hukum Harus Transparan

JAMBILIFE.COM- Pemandangan tak biasa terjadi di depan Mapolda Jambi, Kamis (9/4/2026). Wakapolda Jambi Brigjen Pol B. Ali memilih turun langsung ke tengah aksi, duduk di atas aspal bersama massa mahasiswa yang tengah berunjuk rasa.

Aksi yang digelar oleh mahasiswa PMII itu menyuarakan sejumlah tuntutan terkait persoalan yang dinilai menjadi keresahan publik. Alih-alih menjaga jarak, jajaran kepolisian justru membuka ruang dialog terbuka di lokasi aksi.

Didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polda Jambi, Wakapolda terlihat berdiskusi langsung dengan mahasiswa, mendengarkan aspirasi, sekaligus merespons tuntutan yang disampaikan.

Baca Juga :  Penambahan Dana Review Desain Dermaga Sungai Landak APBD 2025 Menguatkan Dugaan Gagal Konstruksi

Langkah ini disebut sebagai pendekatan humanis Polri dalam meredam ketegangan sekaligus membangun komunikasi yang lebih setara antara aparat dan masyarakat.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol Erlan Munaji menegaskan komitmen institusinya dalam menangani setiap persoalan hukum secara profesional dan terbuka.

“Kami memahami kekhawatiran yang disampaikan adik-adik mahasiswa. Polda Jambi berkomitmen menangani setiap kasus secara serius, transparan, dan sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas Erlan.

Baca Juga :  Razia PETI Bungo Nyaris Ricuh: Ibu-Ibu Hadang Aparat, Evakuasi Excavator Tertahan 10 Jam

Ia juga menambahkan, pihak kepolisian tidak menutup diri terhadap pengawasan publik sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat.

“Keterbukaan informasi akan terus kami kedepankan. Setiap proses penegakan hukum dipastikan berjalan profesional dan akuntabel. Seluruh tuntutan yang disampaikan akan menjadi perhatian serius untuk segera ditindaklanjuti,” lanjutnya.

Aksi unjuk rasa tersebut menyoroti pentingnya integritas dan kinerja aparat dalam penegakan hukum. Meski berlangsung di ruang terbuka, kegiatan berjalan tertib tanpa insiden berarti, dengan situasi yang tetap aman dan kondusif hingga massa membubarkan diri.(*/wir)